LPDB dorong skema pembiayaan bersama, perkuat koperasi merah putih

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mendorong penerapan skema pembiayaan bersama (joint financing) guna memperkuat akses permodalan bagi koperasi merah putih.

Direktur Bisnis LPDB Koperasi Oetje Koesoema Prasetia mengatakan kolaborasi pembiayaan antara LPDB, koperasi, dan perbankan menjadi kunci dalam membangun sistem pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sejalan dengan arahan Menteri Koperasi, kami mendorong kolaborasi pembiayaan antara LPDB, koperasi, dan perbankan dalam skema joint financing. Dengan begitu, koperasi desa dan kelurahan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki daya tahan dan daya saing dalam jangka panjang," ujar Oetje dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Joint financing merupakan skema pembiayaan bersama oleh beberapa lembaga terhadap satu usaha atau proyek yang sama, sehingga kapasitas pendanaan lebih besar dan risiko dapat dibagi.

Menurut Oetje, penguatan pembiayaan berbasis kemitraan ini menjadi bagian dari strategi nasional pengembangan koperasi berbasis ekosistem, di mana koperasi yang lebih besar berperan sebagai penggerak bagi koperasi di tingkat akar rumput.

Model tersebut telah mulai diterapkan melalui peran Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (TLM) Kupang, NTT, yang menjadi "kakak asuh" bagi kopdes merah putih di sejumlah wilayah Indonesia Timur.

Oetje memaparkan dengan aset mencapai Rp1,2 triliun, Koperasi TLM tidak hanya menjalankan fungsi simpan pinjam, tetapi juga melakukan diversifikasi usaha sektor riil serta pendampingan koperasi desa, termasuk melalui penyediaan produk, skema konsinyasi, dan penguatan kapasitas usaha anggota.

Pendampingan terhadap Kopdes Merah Putih Manulai II di Kupang, NTT, disebut sebagai salah satu contoh nyata implementasi model kemitraan yang mulai mendorong peningkatan aktivitas ekonomi sekaligus memperbesar potensi omzet koperasi setempat.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pemerintah mendorong penguatan koperasi desa melalui sinergi berbagai pihak, termasuk LPDB dan koperasi besar.

"Saya sudah sampaikan kepada LPDB dan Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat untuk bersama-sama membantu pengembangan bisnis koperasi di tingkat desa dan kelurahan, mulai dari memperluas usaha hingga memperkuat pembiayaan permodalan," kata Ferry.

Ia menambahkan kehadiran koperasi merah putih di puluhan ribu desa diharapkan menjadi instrumen untuk mendorong masyarakat desa menjadi pelaku ekonomi aktif dengan dukungan akses permodalan yang lebih luas.

Baca juga: LPDB siapkan Rp2,1 triliun, dorong pengembangan PLTS berbasis koperasi

Baca juga: LPDB kembali jalankan program inkubasi untuk pendampingan koperasi

Baca juga: Menkop siapkan akses pembiayaan LPDB bagi Kopdes Merah Putih di MimikaBaca juga: CORE: Pemisahan pembukuan unit usaha Kopdes krusial untuk transparansi

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.