PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat arah pembangunan daerah di tengah tantangan global.
“Dengan momen otonomi daerah ini, banyak hal yang kita peroleh dan banyak kemudahan yang kita capai. Tapi tantangan ke depan memang harus kita hadapi bersama,” ujar Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, Selasa (28/4/2026).
Menurut Subandi, otonomi daerah dinilai telah membawa kemajuan dalam tata kelola pemerintahan sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk lebih mandiri.
“Harapan kita, otonomi daerah ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan maknanya, sehingga daerah bisa merasakan kewenangan mengatur daerah sendiri, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” tambahnya.
Dalam konteks saat ini, sambung Politisi Partai Golkar bahwa implementasi otonomi daerah dituntut mampu menjawab dinamika global serta meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
“Kita ingin daerah benar-benar mandiri, tidak hanya dalam kewenangan, tetapi juga dalam kemampuan meningkatkan pendapatan untuk pembangunan,” lanjutnya.
Baginya, penguatan otonomi daerah juga dinilai penting untuk mendorong kebijakan yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kalau otonomi ini berjalan optimal, tentu dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam pelayanan publik dan pembangunan,” tutupnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat arah pembangunan daerah di tengah tantangan global.
“Dengan momen otonomi daerah ini, banyak hal yang kita peroleh dan banyak kemudahan yang kita capai. Tapi tantangan ke depan memang harus kita hadapi bersama,” ujar Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, Selasa (28/4/2026).
Menurut Subandi, otonomi daerah dinilai telah membawa kemajuan dalam tata kelola pemerintahan sekaligus membuka peluang bagi daerah untuk lebih mandiri.

“Harapan kita, otonomi daerah ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan maknanya, sehingga daerah bisa merasakan kewenangan mengatur daerah sendiri, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah,” tambahnya.
Dalam konteks saat ini, sambung Politisi Partai Golkar bahwa implementasi otonomi daerah dituntut mampu menjawab dinamika global serta meningkatkan kapasitas fiskal daerah.
“Kita ingin daerah benar-benar mandiri, tidak hanya dalam kewenangan, tetapi juga dalam kemampuan meningkatkan pendapatan untuk pembangunan,” lanjutnya.
Baginya, penguatan otonomi daerah juga dinilai penting untuk mendorong kebijakan yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kalau otonomi ini berjalan optimal, tentu dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, terutama dalam pelayanan publik dan pembangunan,” tutupnya. (adr)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·