LPS sebut tabungan masyarakat tidak terpengaruh gejolak global

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Tidak ada pengaruh gejolak global terhadap pola atau 'behavior' dari simpanan kita

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan simpanan masyarakat di perbankan tidak terpengaruh oleh konflik geopolitik, dengan simpanan di bawah Rp100 juta masih tumbuh 1,84 persen per Mei 2026.

“Tidak ada pengaruh gejolak global terhadap pola atau behavior dari simpanan kita,” ujar Kepala LPS Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis.

Anggito memaparkan bahwa simpanan masyarakat di perbankan untuk kelas di bawah Rp100 juta tumbuh 1,84 persen per Mei 2026.

Lebih lanjut, simpanan masyarakat di perbankan untuk kelas di atas Rp5 miliar pun melonjak 21,6 persen per Maret 2026.

“Ini karena pengaruh dari penempatan dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) pemerintah di bank Himbara (Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI),” ucap Anggito.

Baca juga: LPS persiapkan aktivasi Program Penjaminan Polis Asuransi

Baca juga: LPS sebut ketahanan siber kunci jaga kepercayaan investor keuangan

Apabila tanpa dana pemerintah, tutur dia melanjutkan, simpanan masyarakat di perbankan untuk kelas di atas Rp5 miliar pun tetap tumbuh di kisaran 9,6 persen.

Oleh karena itu, Anggito menyampaikan secara natural dana simpanan tersebut tetap tumbuh.

Terkait dengan porsi nominal simpanan, Anggito memaparkan porsi simpanan di perbankan dengan saldo di bawah Rp100 juta adalah 11,26 persen dari seluruh simpanan, sedangkan porsi simpanan di perbankan dengan saldo di atas Rp5 miliar mencapai 57,88 persen dari seluruh simpanan.

"Kalau secara agregat pertumbuhan dari DPK (Dana Pihak Ketiga) per Maret adalah 13,57 persen. Jadi, jawabannya tidak ada pengaruh (gejolak global),” ujar Anggito.

Dalam kesempatan tersebut, LPS bersama lembaga anggota KSSK lainnya akan semakin intensif memperkuat program kerja sama dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor perbankan dan asuransi dengan penekanan pada penguatan perlindungan nasabah serta peningkatan kepercayaan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, LPS bersama OJK dan BPS telah memperluas skala dan ruang lingkup Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) sejak tahun ini, sehingga diharapkan dapat diperoleh hasil pemetaan yang komprehensif sebagai dasar pengembangan program inklusi dan edukasi lintas kelompok dan wilayah.

Saat ini, masih terdapat 15 juta penduduk Indonesia di usia produktif yang belum memiliki rekening perbankan. LPS bersama KSSK akan terus mendorong agar masyarakat memiliki akses rekening guna meningkatkan inklusi keuangan dan dapat memanfaatkan program prioritas Asta Cita Pemerintah secara lebih efisien dan efektif.

Baca juga: BPJPH-LPS perkuat sinergi pengembangan ekosistem jaminan produk halal

Baca juga: LPS mulai bayarkan klaim simpanan nasabah BPR Sungai Rumbai Sumbar

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.