Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique menyebut kemenangan bersejarah 5-4 timnya atas Bayern Munich di Parc des Princes pada Selasa (28/4/2026) sebagai pertandingan terbaik sepanjang karier kepelatihannya. Laga leg pertama semifinal Liga Champions tersebut mencatatkan rekor sebagai pertandingan semifinal dengan skor tertinggi dalam sejarah kompetisi tersebut.
Sembilan gol yang tercipta dalam satu pertandingan ini menyamai catatan gol terbanyak kedua dalam laga fase gugur turnamen elit Eropa. Enrique, yang sebelumnya pernah menangani tim nasional Spanyol dan membawa Barcelona meraih gelar juara Liga Champions, mengaku terpukau dengan level permainan yang ditunjukkan kedua tim.
"I have never seen a match with this kind of intensity," ujar Luis Enrique, Pelatih Paris Saint-Germain.
Mantan pelatih Barcelona tersebut enggan berfokus pada kesalahan pertahanan meski timnya kebobolan empat gol di kandang sendiri. Ia memilih untuk memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang terlibat dalam drama sembilan gol tersebut.
"This is not the time to point out flaws; we just need to congratulate everyone," kata Luis Enrique.
Menurut Enrique, hasil pertandingan tersebut mencerminkan dinamika lapangan yang sangat fluktuatif bagi kedua belah pihak. Ia menilai timnya telah melewati sebuah laga yang sangat fantastis di hadapan pendukung sendiri.
"We deserved to win, we deserved to draw and we deserved to lose today. It was a fantastic match. It has been, without a doubt, the best match I have ever been involved in as a coach," cetus Luis Enrique.
PSG awalnya sempat unggul dominan 5-2 pada awal babak kedua melalui sepasang gol dari Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele. Namun, Bayern Munich memberikan perlawanan sengit untuk menipiskan jarak skor.
Dayot Upamecano mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan tendangan bebas Joshua Kimmich, disusul tendangan keras Luis Diaz yang mengubah kedudukan menjadi selisih satu gol. Intensitas tinggi sepanjang laga diakui Enrique menguras energinya secara emosional.
"I'm so tired, and I didn't run a single kilometer," ungkap Luis Enrique.
Ia menambahkan bahwa dirinya merasa sangat lelah meskipun tidak ikut berlari di lapangan. Enrique menyadari bahwa perjuangan fisik para pemain jauh lebih berat daripada apa yang ia rasakan di pinggir lapangan.
"So I don't know how the players are feeling," lanjut Luis Enrique.
Menatap leg kedua di Munich pekan depan, Enrique telah berdiskusi dengan staf kepelatihannya mengenai strategi yang dibutuhkan. Ia memperkirakan Bayern Munich akan tampil jauh lebih kuat saat bermain di hadapan pendukung mereka sendiri.
"I just asked my staff, 'How many goals do you think we will need to win this match?' They said, 'Minimum three.' Bayern Munich in their stadium are even stronger, but we will try and show the same mentality," pungkas Luis Enrique.
Satu tiket final lainnya akan diperebutkan oleh Atletico Madrid dan Arsenal yang akan melakoni laga leg pertama pada Rabu waktu setempat. Adapun partai final Liga Champions musim ini dijadwalkan berlangsung di Budapest, Hongaria, pada 30 Mei mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·