Telur rebus sering dianggap sebagai menu praktis yang sehat. Selain mudah diolah, makanan ini juga tinggi protein dan kerap menjadi pilihan untuk sarapan maupun program diet. Tak sedikit orang yang akhirnya rutin makan telur rebus hampir setiap hari.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi pada tubuh jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus? Apakah benar bisa membantu menjaga kesehatan, atau justru ada efek tertentu yang perlu diperhatikan?
1. Tubuh Bisa Kenyang Lebih Lama dan Nggak Gampang Ngemil
Telur rebus dikenal tinggi protein, nutrisi yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dibanding makanan tinggi karbohidrat sederhana. Karena itu, banyak orang memilih telur sebagai menu sarapan agar tidak cepat lapar atau ngemil berlebihan di siang hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah penelitian juga menemukan konsumsi telur saat sarapan dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengontrol asupan kalori harian. Salah satunya studi yang dimuat di Nutrients menemukan sarapan dengan telur memberikan respons kenyang yang lebih baik dibanding sarapan sereal pada sebagian peserta penelitian.
2. Fokus dan Energi Tubuh Bisa Lebih Terjaga
Kuning telur mengandung kolin, nutrisi penting yang berperan dalam fungsi otak dan sistem saraf. Kolin dibutuhkan tubuh untuk membentuk asetilkolin, yaitu senyawa yang terlibat dalam proses memori dan konsentrasi.
Sebuah studi acak terkontrol yang dipublikasikan di Lipids in Health and Disease menemukan konsumsi kolin dari kuning telur selama 12 minggu berkaitan dengan perbaikan fungsi memori verbal pada orang dewasa dan lansia sehat. Telur juga termasuk salah satu sumber kolin alami yang cukup tinggi.
3. Mata Bisa Lebih Terlindungi Seiring Bertambahnya Usia
Telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang banyak ditemukan di retina mata. Nutrisi ini diketahui membantu melindungi mata dari stres oksidatif dan paparan cahaya berlebih yang dapat memengaruhi fungsi penglihatan seiring bertambahnya usia.
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi telur dapat meningkatkan kadar lutein dan zeaxanthin dalam tubuh. Studi dalam The Journal of Nutrition menemukan makan satu telur per hari selama beberapa minggu dapat meningkatkan kadar kedua antioksidan tersebut dalam darah tanpa perubahan signifikan pada profil kolesterol peserta sehat.
Menariknya, lutein dan zeaxanthin pada telur, terutama di bagian kuningnya, juga dinilai lebih mudah diserap tubuh. Karena itu, telur sering dianggap sebagai salah satu sumber lutein dan zeaxanthin yang cukup baik untuk membantu menjaga kesehatan mata.
4. Kolesterol Tidak Selalu Naik seperti yang Banyak Dikira
Telur memang mengandung kolesterol, sehingga dulu sering dianggap buruk bagi kesehatan jantung. Namun, penelitian beberapa tahun terakhir menunjukkan pengaruhnya bisa berbeda pada tiap orang.
Beberapa penelitian terbaru, termasuk review dalam jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan konsumsi telur dalam jumlah wajar umumnya tidak selalu berdampak buruk pada kadar kolesterol darah, terutama jika pola makan secara keseluruhan tetap seimbang.
Meski begitu, orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung tetap disarankan memperhatikan jumlah konsumsi telur dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi bila perlu.
5. Kuku dan Rambut Bisa Terasa Lebih Sehat
Telur mengandung protein dan biotin, dua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan keratin, yaitu protein utama penyusun rambut dan kuku. Karena itu, memenuhi kebutuhan protein harian sering dikaitkan dengan kondisi rambut dan kuku yang lebih sehat.
Namun, efeknya bisa berbeda pada tiap orang. Perubahan biasanya lebih terasa pada orang yang sebelumnya kurang asupan protein atau nutrisi tertentu. Saat kebutuhan nutrisinya mulai tercukupi, rambut dan kuku dapat tumbuh lebih baik dan tidak mudah rapuh. Sementara pada orang yang pola makannya sudah cukup seimbang, perubahan dari makan telur tiap hari mungkin tidak terlalu terasa.
Pada dasarnya, makan telur rebus tiap hari umumnya masih dianggap aman bagi kebanyakan orang sehat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan diimbangi pola makan yang seimbang. Telur juga mengandung berbagai nutrisi penting, mulai dari protein, kolin, hingga lutein dan zeaxanthin.
Beberapa penelitian terbaru, termasuk review dalam jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition, menunjukkan konsumsi sekitar 1-2 butir telur per hari umumnya tidak selalu berdampak buruk pada kolesterol darah pada orang sehat, terutama bila pola makan secara keseluruhan tetap seimbang dan tidak tinggi lemak jenuh. Sementara itu, sejumlah panduan kesehatan juga masih menyebut konsumsi hingga sekitar 7 butir telur per minggu umumnya masih aman bagi banyak orang sehat.
Meski begitu, konsumsi dalam jumlah lebih tinggi tetap perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Orang dengan kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung disarankan lebih berhati-hati dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Jadi, bukan hanya soal seberapa sering makan telur, tetapi juga bagaimana pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan dijalani.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·