Rajin Cuci Muka Kok Tetap Jerawatan? Awas, Pola Makan Seperti Ini Bisa Jadi Pemicu

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

Jerawat tak selalu muncul karena skincare atau kurang menjaga kebersihan wajah. Tanpa disadari, makanan sehari-hari juga bisa berpengaruh pada kondisi kulit, mulai dari makanan tinggi gula, produk susu, hingga ultra processed food yang disebut dapat memicu jerawat lebih mudah muncul dan sulit mereda.

Lalu, benarkah makanan favorit bisa jadi penyebab jerawat tak kunjung sembuh?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Benarkah Pola Makan Bisa Memengaruhi Jerawat?

Jerawat memang tidak muncul hanya karena makanan. Kondisi ini juga dipengaruhi banyak faktor lain, seperti hormon, stres, genetik, hingga kebiasaan merawat kulit. Namun, pola makan disebut bisa ikut memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang.

Dokter sekaligus praktisi estetika dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center mengatakan, makanan tertentu memang dapat memicu breakout, meski efeknya tidak selalu sama pada setiap orang.

"Tidak semuanya. Nggak semua orang yang mengonsumsi itu bisa jadi jerawat," ujar dr Silvia.

Secara ilmiah, hubungan antara makanan dan jerawat diduga berkaitan dengan proses peradangan serta perubahan hormon di dalam tubuh yang kemudian memengaruhi produksi minyak pada kulit. Ketika produksi minyak meningkat dan pori-pori lebih mudah tersumbat, jerawat pun bisa muncul atau menjadi lebih meradang.

Karena itu, pola makan kini semakin sering diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi jerawat, meski bukan menjadi penyebab utamanya. Lalu, makanan apa saja yang paling sering dikaitkan dengan breakout dan jerawat yang sulit membaik? Berikut beberapa jenis makanan yang disebut dapat memengaruhi kondisi kulit.

Junk Food Disebut Paling Berpengaruh ke Jerawat

Makanan seperti junk food dan fast food sering dikaitkan dengan munculnya jerawat, terutama jika dikonsumsi terlalu sering. Jenis makanan ini umumnya termasuk makanan ultra-proses, yakni makanan yang telah melewati banyak tahapan pengolahan dan cenderung tinggi kalori, lemak, garam, serta bahan tambahan tertentu.

dr. Silvia mengatakan makanan cepat saji menjadi salah satu jenis makanan yang paling sering berpengaruh pada kondisi kulit berjerawat.

"Kalau untuk makanan yang paling berpengaruh ke jerawat itu biasanya junk food, fast food. Intinya makanan yang diproses, bukan real food," ujar dr Silvia.

Menurutnya, ultra processed food umumnya memiliki kualitas nutrisi yang kurang baik bagi tubuh. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan kulit dan membuat wajah lebih mudah mengalami breakout.

Sejumlah penelitian juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses dengan peningkatan risiko jerawat. Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Dermatology menemukan bahwa orang yang lebih banyak mengonsumsi makanan dan minuman ultra-proses memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami jerawat dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.

Hal ini berkaitan dengan kandungan lemak, gula, serta proses pengolahan makanan yang dapat memicu peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut kemudian ikut memengaruhi kondisi kulit, termasuk memperburuk jerawat yang sudah ada.

Produk Susu dan Gluten Bisa Memicu Jerawat pada Sebagian Orang

Selain junk food dan makanan ultra-proses, produk susu serta makanan tinggi gluten juga disebut dapat memicu jerawat pada sebagian orang. Namun, efeknya tidak selalu sama karena setiap orang memiliki sensitivitas tubuh yang berbeda.

dr. Silvia mengatakan beberapa orang memang lebih mudah breakout setelah mengonsumsi dairy product maupun makanan tinggi gluten.

"Kalau yang agak alergi dengan dairy product itu juga bisa bikin jerawat. Terus yang tinggi gluten juga itu pengaruh. Tapi nggak semuanya. Nggak semua orang yang mengonsumsi itu bisa jadi jerawat," ujar dr Silvia.

Produk susu, terutama susu sapi, cukup sering dikaitkan dengan jerawat dalam berbagai penelitian. Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam Nutrients menemukan konsumsi susu memiliki hubungan dengan peningkatan risiko acne vulgaris, terutama pada remaja dan dewasa muda.

Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi susu dapat memengaruhi hormon di dalam tubuh yang berkaitan dengan produksi minyak kulit. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat bisa lebih mudah muncul atau meradang pada sebagian orang.

Sementara itu, hubungan gluten dan jerawat sebenarnya belum sekuat dairy product. Namun, pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas gluten atau gangguan tertentu seperti celiac disease, makanan tinggi gluten diduga dapat memicu peradangan yang ikut memengaruhi kondisi kulit, termasuk memperburuk jerawat atau memicu breakout.

Minuman dan Makanan Tinggi Gula Juga Bisa Memperparah Jerawat

Makanan dan minuman tinggi gula juga menjadi salah satu jenis konsumsi yang paling sering dikaitkan dengan jerawat. Tidak hanya makanan manis, minuman kemasan, soda, hingga minuman kekinian dengan tambahan gula tinggi juga disebut dapat memengaruhi kondisi kulit.

dr Silvia mengatakan konsumsi gula berlebih memang termasuk salah satu faktor yang dapat memicu breakout.

"Tinggi gula juga termasuk salah satunya. Jadi minuman manis, minuman kaleng, minuman botol, minuman soda, semuanya itu juga bisa bikin kulit berjerawat," ujar dr Silvia.

Secara ilmiah, lonjakan gula darah akibat konsumsi gula berlebih dapat memicu peningkatan insulin dan peradangan yang berperan pada produksi minyak kulit serta munculnya jerawat.

Beberapa penelitian menemukan orang yang lebih sering mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi cenderung memiliki risiko jerawat lebih besar dibanding mereka yang pola makannya lebih rendah gula. Sebuah tinjauan penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics juga menyebut pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan memiliki hubungan dengan peningkatan acne vulgaris.

Karena itu, pengidap kulit berjerawat disarankan mulai memperhatikan konsumsi gula harian, terutama dari minuman manis dan ultra processed food yang dikonsumsi berlebihan.

Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)