Mantan Chief Technology Officer (CTO) OpenAI Mira Murati memberikan kesaksian dalam sebuah persidangan melalui video pada Jumat (15/5/2026) mengenai perilaku tidak jujur CEO OpenAI Sam Altman. Murati menuduh mantan rekan dekatnya tersebut telah memicu kekacauan di internal perusahaan kecerdasan buatan tersebut.
Sebagaimana dilansir dari Detik iNET, Murati mengungkapkan adanya pola komunikasi yang bertolak belakang dari Altman kepada pihak-pihak yang berbeda. Kesaksian ini menambah daftar tekanan terhadap Altman di tengah pengawasan hukum atas gaya kepemimpinannya.
"Altman memiliki pola mengatakan satu hal kepada satu orang dan hal yang sepenuhnya berlawanan kepada orang lain," kata Murati, mantan CTO OpenAI.
Persidangan juga memeriksa bukti pesan teks dari tahun 2023 saat Altman sempat dipecat oleh dewan direksi sebelum kembali menjabat. Dalam komunikasi tersebut, Altman mempertanyakan nasibnya kepada Murati yang saat itu masih berada di dalam jajaran eksekutif perusahaan.
"Bisakah Anda menunjukkan secara langsung apakah prospeknya baik atau buruk?" tanya Altman melalui pesan teks kepada Murati.
Respons Murati terhadap pertanyaan tersebut memberikan gambaran situasi genting yang dialami Altman pada masa pemecatan singkatnya di tahun lalu. Murati mengonfirmasi bahwa kondisi Altman saat itu memang berada di ujung tanduk.
"Secara langsung sangat buruk," jawab Murati.
Setelah menerima jawaban singkat tersebut, Altman menutup percakapan elektronik mereka dengan tanggapan sederhana. Altman tampaknya menyadari besarnya tantangan yang ia hadapi dari dewan direksi kala itu.
"Oke," balas Altman.
Keterangan Murati didukung oleh mantan anggota dewan direksi OpenAI Helen Toner yang menyebutkan adanya masalah integritas yang sistematis. Toner menyatakan bahwa ketidakjujuran tersebut menjadi alasan utama dewan direksi memutuskan untuk memberhentikan Altman secara mendadak.
Tuduhan serupa muncul dari Natasha McCauley yang menyoroti dampak kepemimpinan Altman terhadap stabilitas organisasi. Menurutnya, kepemimpinan tersebut justru kerap melahirkan krisis yang berulang di dalam tubuh OpenAI.
Pengacara Elon Musk, Steven Molo, juga menghadirkan mantan kepala ilmuwan OpenAI Ilya Sutskever untuk memberikan keterangan. Sutskever mengonfirmasi kekhawatirannya mengenai cara Altman mengelola perusahaan dan menjaga transparansi informasi.
"Anda mengatakan kepada dewan direksi bahwa Altman 'menunjukkan pola yang konsisten dalam berbohong, merusak reputasi para eksekutifnya, dan mengadu domba para eksekutifnya'?" tanya Steven Molo, Pengacara Musk.
Molo terus mendalami pernyataan Sutskever untuk memastikan bahwa pandangan tersebut adalah benar milik sang mantan kepala ilmuwan saat peristiwa pemecatan terjadi. Pertanyaan ini bertujuan untuk memperkuat klaim adanya pola perilaku negatif yang dilakukan Altman.
"Itu jelas pandangan Anda saat itu?" lanjut Molo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·