Mantan Perdana Menteri Inggris ke-53, David Cameron, pernah menghadapi tuduhan yang sangat kontroversial terkait masa mudanya. Cameron dituding terlibat dalam sebuah ritual aneh yang melibatkan seekor babi mati saat ia masih berstatus mahasiswa.
Dilansir dari Detikcom, klaim mengejutkan ini pertama kali muncul dalam buku biografi tidak resmi berjudul Call Me Dave yang ditulis oleh Lord Ashcroft. Buku yang terbit pada tahun 2015 tersebut seketika menggemparkan publik Inggris dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media internasional.
Buku tersebut memaparkan serangkaian tuduhan terhadap masa lalu Cameron, termasuk penggunaan narkoba selama masa kuliah. Namun, laporan spesifik dari Daily Mail yang paling menarik perhatian adalah keterlibatan Cameron dalam upacara tak lazim di sebuah klub eksklusif.
Seorang anggota parlemen mengklaim telah melihat bukti foto yang menunjukkan Cameron melakukan tindakan tidak senonoh terhadap babi mati. Upacara tersebut konon terjadi di Piers Gaveston Society, sebuah klub minum di Universitas Oxford yang dikenal sangat tertutup dan selektif.
Klub Piers Gaveston sendiri hanya terdiri dari 12 mahasiswa yang dipilih secara khusus sejak didirikan pada tahun 1977. Organisasi ini memiliki motto dalam bahasa Latin yang bermakna bahwa tidak ada yang pernah melihat seorang pria begitu menikmati pria lainnya.
Budaya Dekadensi dan Kerahasiaan
Laporan media menyebutkan bahwa klub ini mendorong gaya hidup mewah yang berlebihan serta dekadensi yang sangat mencolok. Para anggotanya diberikan gelar-gelar yang tidak lazim dan diwajibkan mematuhi kode kerahasiaan Sisilia yang dikenal sebagai Omerta.
Valentine Guinness, salah satu pendiri perkumpulan tersebut, pernah mengungkapkan bahwa kemunculan klub seperti Piers Gaveston pada era 70-an bertujuan untuk mencari hiburan di tengah kekacauan negara. Mereka sering mengadakan pesta di lokasi pedesaan yang dirahasiakan dengan jumlah tamu terbatas.
Saat isu ini mencuat ke publik, tagar piggate langsung menjadi tren di media sosial sebagai bentuk serangan terhadap citra sang Perdana Menteri. Meskipun Downing Street menolak memberikan komentar resmi, sumber internal partai menyebut skandal ini sebagai pukulan telak bagi reputasi Cameron.
Respons dan Bantahan David Cameron
David Cameron secara tegas membantah kebenaran isu tersebut dan menuding ada motif politik di balik penerbitan biografi tersebut.
"Semua orang dapat melihat apa alasan munculnya buku tersebut. Aku tak ingin menambahkan apapun tentang hal ini," tutur Cameron.
Meskipun Cameron akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Perdana Menteri pada tahun 2016, keputusan tersebut diketahui tidak berkaitan dengan skandal babi ini. Namun, tuduhan tersebut tetap menjadi salah satu noda dalam catatan perjalanan karier politiknya yang paling sering diingat publik.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·