Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dijadwalkan melakukan perjalanan ke Roma pada akhir pekan ini guna meredakan ketegangan diplomatik. Langkah ini diambil setelah adanya perselisihan antara Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Presiden Donald Trump terkait konflik Iran serta pembelaan terhadap Paus Leo XIV.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, rencana kunjungan tersebut telah disampaikan oleh staf Rubio kepada pihak berwenang Italia sejak pekan lalu. Rubio memiliki agenda untuk bertemu dengan para pejabat Vatikan serta Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, sementara pertemuan dengan PM Meloni juga dimungkinkan untuk dilakukan.
Ketegangan antara kedua pemimpin mencuat secara terbuka pada bulan lalu ketika Meloni melayangkan kritik terhadap pernyataan Trump. Perdana Menteri Italia tersebut menilai serangan yang dilakukan Trump terhadap Paus merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.
Sebagai respons, Donald Trump menyatakan keterkejutannya atas posisi yang diambil oleh Meloni terkait perang di Iran. Dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera, Trump menyebut sikap pemimpin Italia tersebut sebagai langkah yang kurang memiliki keberanian.
Selain masalah diplomatik, Trump juga melontarkan ancaman terkait kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Hal ini sejalan dengan rencana Pentagon yang akan mengurangi sekitar 5.000 personel tentara dari Jerman sebagai sesama anggota NATO.
"Lihat, mengapa tidak? Italia tidak banyak membantu kami," kata Trump pada Kamis saat ditanya tentang kemungkinan menarik pasukan dari Italia dan Spanyol.
Kondisi ini menunjukkan pergeseran drastis dalam dinamika hubungan kedua negara dibandingkan tahun lalu. Pada periode sebelumnya, Donald Trump kerap memberikan pujian kepada Giorgia Meloni yang dianggap memberikan pengaruh besar bagi stabilitas dan dinamika di Eropa.
Meskipun terjadi ketegangan pada level formal akibat isu peperangan, kerja sama praktis antara Washington dan Roma dilaporkan tetap berjalan stabil. Hal ini dibuktikan dengan langkah pemerintah Italia yang baru-baru ini mengekstradisi seorang warga negara China ke Amerika Serikat atas tuduhan peretasan data.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·