Marinir Amerika Serikat Hadang Kapal Tanker Minyak Bendera Iran

Sedang Trending 34 menit yang lalu

Sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran dicegat oleh pasukan Marinir Amerika Serikat sebelum akhirnya dilepaskan kembali untuk mengubah haluan pada hari Rabu (20/5/2026). Informasi pengalihan rute kapal ini dikonfirmasi langsung oleh Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).

Pencegatan kapal M/T Celestial Sea oleh Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 (MEU) terjadi karena dugaan pelanggaran blokade. Dilansir dari Detikcom, CENTCOM mencatat sudah ada 91 kapal yang dialihkan rutenya oleh militer Amerika Serikat demi menegakkan kepatuhan blokade sejak bulan lalu.

Pihak militer Amerika Serikat menegaskan bahwa kapal tanker tersebut sedang dalam perjalanan menuju salah satu pelabuhan di Iran sebelum operasi penggeledahan dilakukan.

"Pasukan Amerika melepaskan kapal tersebut setelah melakukan penggeledahan dan mengarahkan awak kapal untuk mengubah haluan," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya, Kamis (21/5/2026).

Insiden di laut ini memperparah hubungan diplomatik kedua belah pihak yang belum menemui kesepakatan damai. Akibat ketegangan geopolitik yang terus meningkat antara Washington dan Teheran, militer Israel kini ikut menetapkan status siaga tertinggi.

Kepala Angkatan Darat Israel memberikan instruksi langsung kepada jajaran komandannya untuk mengantisipasi potensi pecahnya pertempuran di kawasan.

"Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan," kata Zamir dalam pertemuan semua komandan divisi, dilansir AFP, Rabu (20/5/2026).

Di sisi lain, pihak Iran memberikan respons keras terhadap pergerakan militer Amerika Serikat dan sekutunya. Korps Garda Revolusi Islam Iran mengancam akan memperluas cakupan wilayah pertempuran jika wilayah mereka menjadi sasaran serangan.

Pernyataan resmi dari Teheran tersebut diterbitkan melalui saluran media internal menyusul ancaman penyerangan kembali oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump jika kesepakatan damai gagal dicapai.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan kali ini akan meluas jauh keluar kawasan, dan serangan dahsyat kami akan menghancurkan Anda," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs web mereka, Sepah News, seperti dilansir kantor berita AFP.

Situasi saling ancam ini terus memanas di tengah proses pertukaran proposal penghentian perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Padahal, status gencatan senjata secara resmi masih berlaku di wilayah tersebut sejak tanggal 8 April.