Trump Sebut Negosiasi Damai AS dan Iran Masuki Tahap Akhir

Sedang Trending 37 menit yang lalu

Negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran kini dilaporkan telah memasuki fase krusial di tengah ancaman kelanjutan serangan militer jika kesepakatan gagal dicapai. Situasi ketegangan terbaru ini dilansir dari Detikcom berdasarkan perkembangan yang terjadi hingga Kamis (21/5/2026).

Proses diplomasi untuk mengakhiri perselisihan tersebut dinilai berjalan lambat setelah enam minggu penangguhan Operasi Epic Fury. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan adanya opsi pengerahan kekuatan militer kembali apabila Teheran menolak poin-poin kesepakatan damai yang diajukan.

"Kita berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Entah ada kesepakatan atau kita akan melakukan beberapa hal yang sedikit kejam, tetapi mudah-mudahan itu tidak akan terjadi," kata Trump kepada wartawan melalui laporan media Al Arabiya pada Kamis (21/5/2026).

Pemimpin nomor satu Amerika Serikat tersebut juga mengindikasikan bahwa dirinya sedapat mungkin menghindari timbulnya korban jiwa dalam skala besar seandainya tindakan represif terpaksa diambil.

"\Idealnya saya ingin melihat sedikit orang yang terbunuh, bukan banyak. Kita bisa melakukannya dengan cara apa pun," cetus Trump.

Merespons pernyataan dari Washington, pihak Teheran melontarkan tuduhan bahwa Amerika Serikat sengaja merancang skenario untuk menyalut kembali peperangan. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pun menegaskan kesiapan mereka untuk membalas ke luar wilayah regional.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan akan meluas keluar kawasan kali ini," kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan.

Indikasi mengenai persiapan serangan baru oleh pihak musuh juga diperkuat oleh pesan audio dari perwakilan tinggi legislatif Iran. Penegasan mengenai adanya pergerakan tersebut disampaikan langsung oleh koordinator diplomasi mereka.

"langkah-langkah yang jelas dan tersembunyi oleh musuh" menunjukkan bahwa Amerika sedang mempersiapkan serangan baru, kata Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, negosiator perdamaian utama Iran di media sosial.

Di sisi lain, perkembangan situasi ini turut memicu kesiagaan penuh dari angkatan bersenjata Israel dalam menghadapi potensi eskalasi konflik di kawasan tersebut.

"Saat ini, IDF (militer) berada pada tingkat siaga tertinggi dan siap untuk setiap perkembangan," kata Zamir dalam pertemuan semua komandan divisi, dilansir AFP, Rabu (20/5/2026).