Sulit untuk Kobbie Mainoo membayangkan dirinya meninggalkan Manchester United. Tapi di era Ruben Amorim, itu terlintas di pikirannya.
Mainoo pelan-pelan tersisih di era Amorim. Ia masih cukup banyak terlibat di pertandingan MU pada musim 2024-25, namun kemudian 'menghilang' di musim 2025/2026.
Bahkan ketika masih cukup dilibatkan pun Mainoo mulai gerah dengan berkurangnya kesempatan main. Ia mengajukan permintaan untuk pergi sebagai pemain pinjaman pada musim panas tahun lalu, tapi ditolak.
Namun setelah itu justru kesempatannya malah kian berkurang dan tak jadi starter sekalipun di musim ini, di bawah Amorim. Situasi baru berubah saat Amorim dipecat dan Michael Carrick datang.
Carrick langsung mengembalikannya ke susunan pemain utama dan jadi salah satu motor kebangkitan Setan Merah. Mainoo mengakui itu momen yang amat sulit.
"Kalau Anda tak memainkan banyak pertandingan, atau pertandingan apapun, banyak hal dipertimbangkan. Tapi yang selalu ada di benak saya adalah bermain buat Manchester United dan terus di klub yang jadi tempat tumbuh saya ini," ungkapnya dikutip Sky Sports.
"Dari memainkan hampir setiap pertandingan ke tidak bermain sesering itu selalu jadi penyesuaian yang sulit. Tapi itu jadi pengalaman bagus buat saya dalam hal mempelajari diri sendiri, pertandingan, dan kesabaran."
"Bagaimana menjadwalkan hidup saya dan bagaimana saya melatih diri sendiri dan membiasakan dengan rutinitas. Memang sulit ketika Anda bahkan tak masuk sebagai pengganti tentau saja."
"Tapi saya akan bilang keluarga dan teman-teman saya membantu saya melihat hal baiknya. Mereka tahu situasinya akan kembali memihak saya di satu titik, jadi saya cuma perlu bersabar."
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·