Jakarta (ANTARA) - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengajak masyarakat agar lebih peka dan tidak mewajarkan terjadinya kekerasan terhadap perempuan yang kerap dibungkus dalam candaan di keseharian.
"Berapa banyak kekerasan yang sebenarnya terjadi di sekitar kita tetapi luput dari perhatian? Kita harus lebih jujur melihat kenyataan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk yang ekstrem dan kasat mata. Ia bisa hadir dalam keseharian, pelan, berulang, dan seringkali dibiarkan dan selama ini masih dianggap biasa, di situlah ia terus menemukan ruang untuk bertahan," kata Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor.
Hal itu dikatakannya dalam acara Konsultasi Publik Laporan Tahunan Komnas Perempuan 2025 bertajuk "Menjaga Arah di Masa Transisi, Memperkuat Respons Ekosistem Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan", di Jakarta, Senin.
Dalam banyak kasus kekerasan seksual yang dilaporkan, kata dia, pada umumnya pelaku melakukan kekerasan berulang terhadap korban yang sama maupun pada korban-korban lainnya.
Pihaknya juga menyesalkan masih terjadinya kekerasan seksual di perguruan tinggi.
Baca juga: GWS: Institusi pendidikan harusnya hadirkan ruang digital aman
Komnas Perempuan menegaskan akan terus mengawal penanganan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi, termasuk kasus terbaru di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University.
Sebelumnya, terjadi kekerasan seksual berbasis gender online di Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang diduga melibatkan 16 mahasiswa.
Kasus serupa juga terungkap di FTT IPB University yang melibatkan 16 mahasiswa.
Dugaan pelecehan seksual terjadi di grup percakapan digital.
Sementara Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) juga menjadi sorotan publik menyusul lagu berjudul "Erika" yang dinyanyikan mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan ITB, dan video rekamannya beredar luas di media sosial.
Pasalnya lagu tersebut dinilai melecehkan perempuan.
Baca juga: Kemdiktisaintek nyatakan tak pandang bulu tindak pelaku kekerasan
Baca juga: IPB libatkan mahasiswa tangani kasus pelecehan seksual
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·