Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menempati posisi teratas sebagai kebijakan pemerintah yang paling disukai publik dalam hasil survei lembaga Median yang dirilis pada Rabu, 15 April 2026. Data tersebut menunjukkan mayoritas responden melihat dampak positif langsung dari inisiatif pemenuhan nutrisi tersebut.
Hasil jajak pendapat yang dilakukan pada 30 Maret hingga 7 April 2026 ini mencatat sebanyak 51,5 persen responden menilai program MBG bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, terdapat 31,5 persen responden yang menganggapnya tidak bermanfaat dan 17,0 persen lainnya memilih tidak menjawab, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menjelaskan bahwa MBG menjadi jawaban spontan atau top of mind ketika masyarakat ditanya mengenai program pemerintahan yang paling disukai. Program ini mengungguli beberapa kebijakan strategis lainnya yang juga sedang berjalan.
"Yang paling disukai itu pertama, Makan Bergizi Gratis atau MBG. MBG ini ternyata yang menyatakan suka itu kurang lebih ada 27,5%, mayoritas ya, dan angkanya sangat besar sekali," ujar Rico Marbun, Direktur Eksekutif Median.
Di bawah program MBG, terdapat empat program lain yang masuk dalam lima besar terfavorit versi responden. Program tersebut meliputi bantuan sosial atau BLT (8,1%), upaya pemberantasan korupsi (3,8%), Sekolah Rakyat (3,1%), serta layanan cek kesehatan gratis (3,1%).
Terdapat tiga alasan utama yang mendasari tingginya apresiasi publik terhadap program makan gratis ini. Sebanyak 20 persen responden menekankan pada aspek pemenuhan gizi anak, 11,7 persen menyoroti pembukaan lapangan kerja, dan 9,7 persen menilai program ini membantu penghematan pengeluaran rumah tangga.
Penelitian ini melibatkan 1.300 sampel yang tersebar secara proporsional di seluruh Indonesia melalui distribusi kuesioner di media sosial. Target responden adalah pengguna aktif media sosial dalam rentang usia 17 hingga lebih dari 60 tahun.
Metodologi pengambilan data dilakukan secara digital sehingga tidak menggunakan konsep sampling of error konvensional seperti pada wawancara tatap muka. Meski demikian, penyebaran formulir tetap memperhatikan keterwakilan populasi di berbagai platform media sosial.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·