Mbah Mardijiyono Berhaji di Usia 103 Tahun: Ndak Pengin Apa-apa, Pengin Ibadah

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Mbah Marji jemaah haji berusia 103 tahun asal Yogyakarta yang akan melaksanakan ibadah haji tahun ini. Foto: Dok. Kanwil Kemenhaj DIY

Jemaah dari embarkasi Yogyakarta 9 tiba di Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz pada Minggu (3/5). Satu per satu, jemaah keluar dari gate kedatangan menuju ke paviliun ruang tunggu.

Di kloter tersebut, turut hadir sosok jemaah haji tertua bernama Mardijiyono Karto Sentono. Usianya sudah lebih dari satu abad, tepatnya 103 tahun.

Mardijiyono sudah cukup renta. Saat tiba di paviliun ruang tunggu pun, dia harus digendong oleh pendampingnya untuk turun dari mobil golf, kemudian duduk di kursi roda.

Namun senyumnya tampak tak pudar sedikit pun. Termasuk saat berbincang dengan awak media yang telah menantinya sedari pagi.

"Mardijiyono," jawabnya saat ditanya nama oleh wartawan. Dia hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa Jawa.

Mbah Marjiyono asal Bantul, jemaah haji berusia 103 tahun, sudah tiba di Madinah. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Tanya jawab pun agak sedikit terhambat karena Marjiyono menggunakan alat bantu pendengar. Dengan bantuan tersebut pun, berkomunikasi harus dengan suara yang cukup lantang.

"103," kata Mbah Marjiyono saat ditanya soal umur.

Setelah itu, satu per satu pertanyaan ditanyakan oleh wartawan. Namun Mbah Mardijiyono kesulitan menangkapnya.

Namun, ada satu pertanyaan yang dia jawab dengan tegas dan penuh keyakinan. Jawabannya, "ndak pengin apa-apa, penginnya ibadah," saat ditanya kepada ingin sekali berhaji meski di usia 103 tahun.

Jawaban yang sama dikeluarkan saat ditanya soal doa apa saja yang akan dipanjatkan di Masjid Nabawi.

Setelah itu, tampak Mardijiyono tersenyum semringah. Giginya yang tak lagi lengkap dan tersisa sedikit, tidak mengurangi rasa ramah yang terpancar dari wajahnya.

Tak lama, ia pun pamit untuk naik bus. Dibantu oleh pembimbingnya, ia didorong dengan kursi roda lalu digendong naik ke bus menuju hotel di dekat Masjid Nabawi.