BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan beberapa dinamika atmosfer masih mendukung peningkatan suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat selama sepekan 4-10 Mei 2026.
Prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat Mirnawati Zulaikha mengatakan faktor-faktor pendukung itu, antara lain suhu permukaan laut yang masih relatif hangat di sebagian perairan Indonesia serta gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial dan Kelvin aktif bersamaan dengan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial di sebagian Pulau Jawa termasuk Jawa Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selain itu, menurut Mirnawati, terdapat potensi terbentuknya daerah konvergensi atau belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat meskipun tidak terjadi secara persisten. “Kondisi labilitas atmosfer juga masih diprakirakan bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga kuat, yang turut mendukung proses pertumbuhan awan konvektif,” katanya lewat keterangan tertulis, Ahad, 3 Mei 2026.
Dalam kurun sepekan ini, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang pada skala lokal dan berdurasi singkat bakal terjadi selama empat hari. Pada Senin 4 Mei kondisi itu berpotensi terjadi di Kabupaten Bekasi, Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Bandung Raya, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran.
Sementara pada Selasa potensinya mencakup Kabupaten Bekasi, Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung Raya, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Pangandaran.
Adapun pada Rabu potensi cuaca itu mencakup Kabupaten Bogor, Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten dan Kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan pada Kamis potensi cuaca itu hanya terjadi di Cianjur.
Pada dasarian awal 1-10 Mei 2026, BMKG memprediksi cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Barat masih hujan dengan kategori menengah. Kota Bogor masuk dalam klasifikasi waspada terhadap potensi curah hujan tinggi, sementara kategori siaga untuk Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.
Pada dasarian atau sepuluh hari awal Mei, hujan kategori menengah dengan intensitas antara 50-150 milimeter diprediksi BMKG mencakup 69 persen wilayah Jawa Barat dengan wilayah meliputi Bogor timur, Kota Bekasi, kemudian bagian selatan Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Ciamis, sebagian Kota Banjar, Pangandaran. Selain itu juga daerah Tasikmalaya, Garut, Bandung Raya, Cianjur, Sukabumi tengah dan selatan.
Adapun 12 persen wilayah diprakirakan BMKG bakal diguyur hujan dengan kategori tinggi, yaitu Cianjur tengah, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi timur dan utara, serta Kabupaten Bogor. Intensitas curah hujannya berkisar 150-300 milimeter per dasarian. Sementara 19 persen daerah yang diprediksi bercurah hujan rendah dengan intensitas 0-50 milimeter per dasarian meliputi bagian utara Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, dan sisi timur Ciamis hingga Pangandaran.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·