PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menentang pengiriman pasukan AS ke Pulau Kharg di Iran. Dia khawatir kemungkinan korban jiwa yang besar, demikian laporan Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut seperti dilansir Antara pada Ahad 20 April 2026.
Sebelumnya pada akhir Maret, Trump menyatakan keinginan untuk merebut minyak dari Iran mengikuti skenario Venezuela.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia juga tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa AS akan mencoba merebut Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran.
Meskipun Trump yakin bahwa misi tersebut akan berhasil dan bahwa perebutan wilayah tersebut akan memberi AS akses ke selat tersebut, ia khawatir bahwa korban jiwa dari miter AS akan sangat besar, kata sumber kepada surat kabar tersebut.
Presiden mengeklaim bahwa pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam kasus seperti itu, demikian klarifikasi surat kabar tersebut.
Politico sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 2.000 Marinir telah berangkat ke Timur Tengah dari pangkalan di San Diego.
Banyak pakar mengaitkan hal ini dengan kemungkinan operasi untuk merebut Pulau Kharg.
Kemudian pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menyerang target di Iran, menewaskan lebih dari 3.000 orang. Pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.
Pembicaraan selanjutnya di Islamabad berakhir tanpa hasil. Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS memulai langkah untuk memblokade pelabuhan Iran. Hal ini dibalas dengan penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada Sabtu.
Hal tersebut membuat para mediator berupaya untuk menyelenggarakan putaran pembicaraan baru.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·