Kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai bersiap menyambut jutaan umat muslim dalam fase puncak haji. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk melayani jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pantauan tim Media Center Haji (MCH) 2026, memasuki gerbang markaz di Padang Arafah, lorong-lorong antar-tenda kini telah dipasangi kamera pengawas CCTV untuk menjamin keamanan jemaah selama 24 jam.
Memasuki ruang dalam tenda, kenyamanan jemaah benar-benar diperhatikan mulai dari struktur penyangga paling bawah. Sebelum dilapisi karpet tebal, permukaan tanah gurun pasir Arafah kini telah ditutupi oleh struktur lantai tambahan yang cukup tebal.
Konstruksi lantai tambahan ini sengaja dirancang guna memastikan permukaan tetap rata dan efektif menghalau hawa panas dari bawah tanah. Di atas hamparan alas tersebut, tumpukan kasur busa baru yang cukup tebal di atas karpet yang empuk telah disiapkan untuk segera didistribusikan.
Nantinya, setiap satu jemaah dipastikan akan mendapatkan hak berupa satu kasur, lengkap dengan satu bantal, seprai, hingga selimut. Untuk melawan suhu panas di Arafah pada siang hari, pihak penyelenggara juga memasang dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC) di setiap tenda.
Pengecekan detail juga merambah ke area sanitasi yang selama ini menjadi titik krusial penyebab kelelahan jemaah akibat antrean panjang. Selain menyediakan deretan kloset jongkok dan duduk, toilet kini didesain lebih manusiawi dengan tambahan tangga serta jalur khusus ramah disabilitas.
Terobosan paling menonjol tahun ini adalah pemasangan rangka urinoir di luar bilik toilet bagi para jemaah pria. Fasilitas tambahan ini sengaja dibangun sebagai jalan keluar untuk memecah kepadatan antrean jemaah yang hanya ingin buang air kecil.
Usai membedah Arafah, perjalanan inspeksi melintasi kawasan Muzdalifah untuk kemudian berlabuh di lembah tenda Mina. Di lokasi mabit ini, tumpukan kasur baru kembali diperiksa secara teliti oleh petugas.
Setiap catatan evaluasi diberikan ke pihak syarikah untuk menuntaskan kekurangan yang tersisa.
"Pada saat awal kita melakukan pengecekan progres ya baru sampai mencapai sekitar 60 persen, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ungkap Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam), Muftiono, di Mina.
Segala bentuk kekurangan minor di lapangan langsung dicatat dan diperintahkan untuk segera dieksekusi sebelum pergerakan jemaah dimulai.
"Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud," tegas Muftiono.
Kenyamanan fasilitas fisik ini diharapkan mampu membebaskan jemaah dari rasa lelah dan dapat fokus beribadah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·