Mungkin kamu masih asing dengan buah bisbul? Ya, buah ini memang jarang bisa kita temukan. Padahal, buah dengan nama ilmiah Diospyros blancoi tersebut memiliki ciri hingga cita rasa khas yang menjadi salah satu tanaman kebanggaan Bogor.
Tanaman ini pernah ditanam oleh Raja Arab Saudi Salman Abdulaziz al-Saud saat berkunjung ke Istana Bogor. Tanaman tropis ini memang bukan asli Indonesia, asalnya dari Filipina. Namun pada tahun 1881, tanaman ini diintroduksi ke Kebun Raya Bogor, sehingga kawasan inilah menjadi lokasi pertama buah tersebut berkembang di Kota Hujan.
Menurut Jurnal Pertanian Tropik berjudul Karakter Morfologi Tanaman Bisbul (Diospyros blancoi) Koleksi Kebun Plasma Nutfah LIPI Cibinong, bisbul menjadi salah satu koleksi buah penting untuk konservasi plasma nutfah di Indonesia karena statusnya yang mulai langka.
Tanaman dengan sebutan lain buah mentega ini memiliki ciri khas pada bentuk fisiknya. Kulitnya berbulu bak beludru, dengan tampilan mirip kesemek. Namun, warna buah ini cenderung kemerahan, sementara kesemek berwarna oranye.
Saat berjalan-jalan ke kawasan Pecinan Suryakencana Bogor, kumparanFOOD menemukan buah langka ini. Beberapa pedagang buah di sepanjang jalan tersebut bahkan tampak menjual dengan stok yang cukup banyak.
Akhirnya kami memutuskan untuk membeli setengah kilogram, yang dihargai Rp 20 ribu. Ya, untuk satu kilogram buah bisbul dibanderol Rp 40 ribu.
Setengah kilogram berisi tiga buah. Kami pun langsung dikupaskan oleh sang penjual sehingga bisa mencicipi secara fresh. Saat mencoba, aroma khas buah ini mirip srikaya. Dagingnya sangat empuk, mirip timun suri. Sementara rasanya manis lembut, dan cenderung hambar.
Jika kamu pengin mencoba juga, maka kami sarankan memilih yang sudah benar-benar merah pada seluruh permukaannya. Terkadang buah yang matang, juga ditandai dengan kulit yang agak cokelat kehitaman. Namun tenang saja, biasanya bercak cokelat bukan menandakan busuk, melainkan hanya permukaan kulitnya saja yang sudah tak terlalu mulus.
Menariknya, baru-baru ini Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan subspesies baru buah bisbul asal Papua yang diberi nama Diospyros blancoi subsp. papuensis.
Temuan yang dipublikasi pada Selasa (21/4) ini menunjukkan bahwa buah bisbul dari Papua punya ciri khas yang berbeda dari populasi bisbul di Filipina, mulai dari jumlah biji, bentuk biji, hingga karakter permukaan buahnya.
Perbedaan ini bukan hanya terlihat dari bentuk fisik, tapi juga terbukti dari analisis genetik. Temuan ini juga jadi bukti bahwa kekayaan hayati Indonesia masih menyimpan banyak potensi luar biasa yang belum dikenal.
Nah, kamu sendiri sudah pernah mencoba buah bisbul?
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·