Mendagri Tito Tekankan Dana Otsus Papua dan Aceh Harus Tepat Sasaran bagi Masyarakat

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan perlunya pengawasan terhadap penyaluran Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk Papua dan Aceh, serta Dana Keistimewaan (Danais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ia menegaskan, dana tersebut harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Tito dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Tito menjelaskan bahwa meski ada peningkatan indikator makro pembangunan seperti pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tata kelola dana Otsus tetap perlu ditingkatkan. Penegasan ini bertujuan agar implementasi dana Otsus bisa berjalan lebih optimal. Percepatan implementasi dana tersebut dapat ditempuh melalui perbaikan persyaratan penyaluran di Papua dan penguatan kewenangan serta kelembagaan di Aceh.

"Terutama masalah tata kelola, perencanaan, eksekusi, administrasi," kata Tito.

Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian Keuangan juga telah melakukan pendampingan untuk memastikan dana Otsus tersalurkan secara tepat dan efektif. Upaya ini dilakukan untuk membantu daerah Papua yang masih bergantung pada pusat dalam penyaluran dana. Keterlambatan seringkali disebabkan oleh mekanisme administrasi yang perlu diselesaikan.

Tito juga menyoroti keberhasilan implementasi Danais di DIY, yang mencapai tingkat penyerapan di atas 95 persen. Angka ini mencerminkan kualitas perencanaan, eksekusi, tata kelola, dan sumber daya manusia yang baik. Berbagai program di DIY menggunakan Danais, bahkan dilengkapi penandaan khusus. Contohnya, kawasan Teras Malioboro, becak listrik, hingga program lumbung pangan yang mencantumkan logo Danais. Pelabelan tersebut merupakan inisiatif Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bentuk transparansi kepada publik.

"Kita melihat bahwa Jogja ini bisa menjadi model bagaimana Dana Otsus, Dana Kekhususan, Dana Keistimewaan itu riil betul-betul memberikan manfaat dan terbuka, transparan," ujar Tito.