Mendikdasmen pastikan program digitalisasi jangkau sekolah terpencil

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Sorong (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan program digitalisasi pendidikan terus diperluas hingga menjangkau sekolah-sekolah terpencil, termasuk wilayah belum memiliki akses listrik dan internet.

Menteri Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah berkomitmen menghadirkan pemerataan layanan pendidikan berbasis teknologi bagi seluruh sekolah di Indonesia, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Untuk semua sekolah, tahun 2025 programnya satu sekolah satu perangkat. Tahun 2026 mudah-mudahan akan ditambah menjadi satu sekolah tiga perangkat,” kata dia saat melaksanakan kunjungan ke Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa.

Ia menjelaskan setiap sekolah nantinya mendapatkan dukungan beberapa penyedia layanan internet (ISP) guna memperkuat akses jaringan dan mendukung proses pembelajaran digital.

Baca juga: Prabowo: Papan interaktif jadi kunci transformasi pendidikan

Pemerintah, kata dia, membagi sekolah penerima program digitalisasi ke dalam tiga kategori.

Kategori pertama, sekolah yang sudah memiliki listrik dan akses internet sehingga tinggal dilakukan penguatan pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Kategori kedua, sekolah yang telah memiliki listrik namun belum tersedia jaringan internet.

"Untuk kategori ini, pemerintah membantu penyediaan akses internet melalui kerja sama dengan Starlink agar instalasi jaringan lebih mudah dilakukan," katanya.

Kategori ketiga sekolah yang belum memiliki listrik maupun internet.

Untuk sekolah tersebut, kata dia, pemerintah tetap menyediakan akses internet dan menambahkan dukungan listrik melalui panel surya.

“Kalau sekolah yang belum ada listrik dan internet, paketnya tetap diberikan saluran internet kemudian listriknya menggunakan panel surya khusus di sekolah itu,” ujarnya.

Ia mengatakan program tersebut telah berjalan sejak 2025 dan terus diperluas secara bertahap.

Selain penyediaan infrastruktur digital, Kemendikdasmen memberikan pelatihan kepada guru agar mampu memanfaatkan teknologi pembelajaran secara optimal.

Menurut Abdul Mu’ti, pelatihan tersebut penting agar perangkat dan layanan internet yang diberikan tidak sekadar menjadi fasilitas tanpa dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

“Guru-guru kami latih supaya bisa menggunakan perangkat dan internet dengan baik untuk peningkatan mutu pembelajaran,” katanya.

Pemerintah, ujar dia, juga telah menyalurkan bantuan laptop kepada sekolah guna membantu guru mengunduh dan menyimpan materi pembelajaran sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada koneksi internet.

Ia menegaskan digitalisasi pendidikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas akses pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.

Baca juga: Kemendikdasmen ajak sekolah manfaatkan layanan Rumah Pendidikan

Baca juga: Pendidikan hibrida ala Presiden Prabowo, mengikis kesenjangan 3T

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.