Kota Bandung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Jawa Barat, telah melakukan pemeriksaan 15.000 ekor hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah yang tersebar di berbagai titik penjualan.
“Kami terus melakukan pemeriksaan. Bahkan di beberapa bagian ada pengawasan yang cukup serius untuk menentukan kesehatan hewan kurban,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Bandung, Wilsandi Saefuloh di Bandung, Selasa.
Dia menyebut sebanyak 90 petugas pemeriksa telah menyebar ke seluruh kecamatan di Kota Bandung dan memeriksa kondisi fisik, kebugaran, serta memastikan hewan bebas dari penyakit menular.
Wilsandi menjelaskan bahwa kriteria dari hewan kurban yang telah diperiksa tidak hanya dari segi kesehatan, tetapi juga dari usia dan kondisi fisik.
“Sisanya ada yang ditemukan sehat tapi tidak layak, dan ada juga yang tidak sehat serta tidak layak,” kata dia.
Baca juga: DKPP Bandung distribusikan beras dan minyak goreng kepada 146.232 KPM
Meski demikian, dia memastikan bahwa kondisi tidak sehat tersebut bukan disebabkan oleh penyakit menular. Namun keluhan umumnya adalah gangguan ringan seperti diare atau iritasi mata akibat cuaca dan lingkungan.
“Penyakit menular belum ditemukan sampai hari ini. Sebagian besar hewan dijual di pinggir jalan, sehingga rentan terkena penyakit ringan akibat perubahan cuaca atau pakan yang tidak tepat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wilsandi menjelaskan DKPP telah membentuk tim pemeriksa yang disebar ke seluruh wilayah di 30 kecamatan serta pada titik-titik penjualan yang masih sepi atau baru terbentuk.
“Petugas yang diterjunkan berasal dari kalangan dokter hewan profesional, relawan mahasiswa, serta institusi pendidikan tinggi,” katanya.
Baca juga: DKPP Bandung siapkan aplikasi E-Selamat, pastikan berkurban aman
Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung sembelih sapi kurban dari Presiden Prabowo
Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung sembelih sapi kurban dari Presiden Prabowo
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·