Sorong (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi sekolah tidak hanya bertujuan memperbaiki sarana pendidikan, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja masyarakat.
Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.744 satuan pendidikan pada 2026 melalui sistem swakelola yang melibatkan sekolah dan masyarakat setempat.
“Dengan sistem swakelola, program ini berjalan lebih efektif, lebih cepat, lebih hemat, dan kualitas bangunannya juga bagus,” kata Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa.
Ia menjelaskan, pola swakelola dalam revitalisasi sekolah mampu menyerap banyak tenaga kerja karena setiap sekolah rata-rata melibatkan sekitar 10 pekerja dalam proses pembangunan.
Baca juga: Mendikdasmen pastikan program digitalisasi jangkau sekolah terpencil
Menurut dia, jika target revitalisasi 71.744 sekolah terlaksana pada 2026, maka program tersebut diperkirakan dapat menyerap sekitar 710 ribu tenaga kerja.
Sementara pada 2025, program revitalisasi terhadap 16.167 satuan pendidikan diproyeksikan menyerap sekitar 250 ribu tenaga kerja.
“Program ini juga menggerakkan ekonomi lokal karena masyarakat tidak hanya bekerja, tetapi juga membeli kebutuhan pembangunan dari toko dan sumber daya yang ada di lingkungan setempat,” ujarnya.
Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah berharap revitalisasi sekolah tidak hanya meningkatkan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga menjadi upaya memperkuat ekonomi masyarakat di daerah.
Baca juga: Mendikdasmen: Nasib guru honorer dibahas bersama kementerian terkait
Selain revitalisasi, Kemendikdasmen juga terus memperluas program digitalisasi pendidikan hingga ke wilayah Papua dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia menyebut perangkat papan interaktif digital kini telah menjangkau sekolah-sekolah di pedalaman Papua, bahkan pengirimannya dilakukan menggunakan perahu untuk menjangkau daerah sulit akses.
“Ini menjadi bukti bahwa program digitalisasi pendidikan dapat berjalan dengan baik berkat dukungan semua pihak,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti bersama Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu dan Wali Kota Sorong, Septinus Lobat meresmikan sekolah penerima bantuan revitalisasi tahun 2025 sekaligus menyerahkan bantuan revitalisasi untuk 2026.
Baca juga: Mendikdasmen dorong guru PBD ikut RPL optimalkan mutu pendidikan
Ia juga meninjau proses pembelajaran menggunakan papan interaktif digital di SMK Negeri 1 Kota Sorong dan berdialog dengan para guru terkait pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Menurut dia, penggunaan perangkat digital mampu meningkatkan semangat belajar siswa dan mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif.
"Pengawasan terhadap program revitalisasi dilakukan secara ketat melalui sistem pelaporan, pendampingan konsultan, serta pemeriksaan keuangan agar pelaksanaan pembangunan berjalan transparan dan akuntabel," jelasnya.
Untuk program revitalisasi 2025, Kabupaten Sorong menerima bantuan bagi 15 sekolah dengan total anggaran Rp22,67 miliar, sedangkan Kota Sorong menerima bantuan untuk 12 sekolah senilai Rp4,94 miliar.
Sementara pada program revitalisasi 2026, Kabupaten Sorong mendapat alokasi bagi 34 sekolah dengan nilai anggaran Rp16,59 miliar dan Kota Sorong untuk lima sekolah dengan total anggaran Rp3,65 miliar.
Baca juga: Paparkan sejumlah pemicu, Mendikdasmen: Ranking ikut picu perundungan
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·