Mendikdasmen: SMK 4 Tahun Sudah Berjalan, 3 Ribu Lulusan Siap Dikirim ke LN

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mendengarkan pandangan fraksi saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti memastikan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Tahun, yang dikenal sebagai program SMK Pusat Keunggulan (PK) sudah mulai berjalan. Program ini untuk mempersiapkan siswa agar terserap oleh industri, baik di dalam maupun luar negeri.

"Sudah jalan sebagian. SMK 4 tahun sekarang sudah mulai berjalan termasuk SMK yang kerja sama dengan P2MI, SMK Go Global yang diproyeksikan untuk mereka yang siap bekerja di luar negeri," ungkap Muti di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Mu'ti mengatakan pada tanggal 19 Mei mendatang dia akan melepas 3.000 lulusan SMK yang siap bekerja ke luar negeri.

"Sudah mulai jalan, sudah mulai jalan dan nanti minggu depan, tanggal 19 (Mei) saya ke Surabaya launching untuk 3.000 pemberangkatan lulusan SMK yang siap ke luar negeri," ujarnya.

Mu'ti menekankan tidak ada diskriminasi antara sekolah negeri maupun swasta dalam pelaksanaan program ini.

"Semua, negeri swasta. Jadi sekarang kita enggak membedakan negeri dan swasta. Karena semua sekolah, negeri maupun swasta mendidik anak-anak Indonesia. Semua. Jadi kita enggak membedakan negeri swasta," terang dia.

"Kesempatan kita buka semuanya, karena itu bagian dari kita membangun partisipasi semesta," tambahnya.

Mu'ti menjelaskan program SMK 4 tahun mempunyai dua skema yakni sekolah yang sejak awal memang didesain dengan kurikulum 4 tahun, seperti SMK Pembangunan di Semarang.

"Misalnya di Semarang itu ada SMK, dulu SMK Pembangunan namanya, itu sudah dirancang sejak awal memang SMK 4 tahun," ucap dia.

Kedua, kata Mu'ti, skema tambahan satu tahun bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan 3 tahun namun ingin memperdalam kompetensi khusus.

"Tapi ada yang misalnya dia mau selesai 3 tahun, sudah selesai. Kemudian ada lagi yang sudah selesai 3 tahun kemudian mau nambah 1 tahun," tandas dia.