Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya berkomitmen mengawal visi kota Padang sebagai pusat kuliner nasional dan memperkuat jati diri daerah sebagai wilayah dengan keberagaman gastronomi.
“Melalui kolaborasi ini, kita ingin memastikan bahwa kekayaan gastronomi Minangkabau tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga mampu memenuhi standar global dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," ujar Menteri Ekraf dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis.
Kota Padang sedang bersiap mewakili Indonesia sebagai kandidat City of Gastronomy UNESCO tahun 2027. Dalam hal ini, pemerintah pusat berkomitmen mendampingi mengoptimalkan identitas kreatif dari daerah guna mendongkrak reputasi ekonomi kreatif nasional di kancah dunia.
Baca juga: Menpar ingin Chef Expo 2026 perkuat gastronomi Indonesia agar mendunia
Inisiatif ini juga sejalan dengan penguatan ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner.
Sinergi ini adalah komitmen kita bersama untuk mengawal seleksi nominasi UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027. Kami akan mendampingi Pemerintah Kota Padang agar persiapan teknis serta dokumen yang disusun sesuai dengan standar internasional UNESCO," tegas Riefky.
Wali Kota Padang, Fadly Amran mengatakan kekuatan warisan budaya (cultural heritage) seperti rendang, sate padang, hingga gulai dan sambal lado, juga tradisi sosial makan bajamba, serta akulturasi budaya urang padang jalan barampek sebagai modal utama menjadi City of Gastronomy.
Baca juga: Kemenpar siapkan paket wisata gastronomi untuk Kota Padang
Jika berhasil masuk dalam jaringan UCCN, Padang akan menyusul kota-kota kreatif Indonesia lainnya yang telah diakui UNESCO, seperti Pekalongan, Surakarta dan Ponorogo (kota kerajinan dan kesenian), Bandung (kota desain), Ambon (kota musik), Jakarta (kota literasi), serta Malang (kota kreatif seni media).
“Kementerian Ekraf memberikan dukungan yang sangat krusial bagi kami untuk meningkatkan standar ekosistem kuliner berkelanjutan, mengingat Padang memiliki kekayaan kuliner yang lengkap dan telah diakui oleh dunia,” ungkap Fadly.
Baca juga: Kemenpar tegaskan gastronomi bangun identitas pariwisata Indonesia
Audiensi Kementerian Ekraf bersama Pemkot Padang mencakup permohonan pendampingan untuk mengikuti tahapan seleksi UCCN 2027, mulai dari sosialisasi, pengisian dossier, hingga seleksi administrasi dan substansi.
Pertemuan ini juga bertujuan untuk melakukan koordinasi pasca-adendum Berita Acara Hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Kota Padang yang kini berfokus pada subsektor kuliner per Februari 2026.
Baca juga: Menteri UMKM dukung soto banjar masuk identitas gastronomi dunia
Baca juga: Kemenpar tertarik belajar kembangkan wisata gastronomi dengan Jepang
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·