Menekraf tekankan inklusivitas dan keberlanjutan di WCCE 2026

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan konferensi ekonomi kreatif dunia atau World Conference on Creative Economy (WCCE) tahun 2026 mengedepankan ekonomi kreatif yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.

“Jadi WCCE menegaskan bahwa ekonomi kreatif bersifat inklusif melampaui batas geografis, gender, dan strata ekonomi. WCCE sendiri berfungsi untuk mengarusutamakan ekonomi kreatif di level global dan menjadi platform agenda setting kebijakan internasional,” kata Riefky saat konferensi pers WCCE 2026 di Jakarta, Rabu.

Tahun ini WCCE tetap memiliki prinsip utama Inclusively Creative namun mengangkat tema dan semangat baru yakni Collective Continuity yang menegaskan pentingnya keberlanjutan ekosistem ekraf.

Riefky mengatakan dengan kolaborasi para pemangku kepentingan secara kolektif memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dunia menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi global.

WCCE 2026 merupakan salah satu kekayaan intelektual (IP) yang dimiliki Indonesia akan dihadiri sekitar 80 negara dengan tujuan yang sama yakni memajukan industri dan ekosistem ekonomi kreatif global.

Baca juga: Pemerintah perkuat ekraf berbasis kawasan untuk atasi kemiskinan

Acara ini didukung dua organisasi besar PBB yang berfokus pada ekonomi kreatif yaitu UN Trade and Development (UNCTAD) dan organisasi intelektual properti dunia atau WIPO.

WCCE pertama kali digelar di Bali tahun 2018 dan tahun ini Jakarta dipilih sebagai tuan rumah WCCE 2026 yang juga membawa misi untuk Jakarta menuju kota global.

Agenda WCCE juga menjadi agenda prioritas nasional yang tercantum dalam RPJMN Presiden Prabowo dan masuk dalam rencana hidup ekonomi kreatif 20 tahun ke depan.

Gelaran WCCE 2026 yang dilaksanakan Kemenekraf bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri juga memiliki tujuan khusus yakni mendorong visi bersama stakeholder dari nasional dan internasional untuk memasukkan Jakarta Vision for Creative Economy sebagai kebijakan ekonomi kreatif global di sidang PBB tahun 2027.

"Harapannya dengan ini kita dapat mengatasi tantangan bersama, mengeksplorasi solusi, membentuk masa depan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan," kata Riefky.

Acara akan berlangsung di JI Expo Kemayoran Jakarta tanggal 21-23 Oktober 2026, dengan sejumlah agenda kolaboratif bersama pelaku industri diantaranya Screenverse oleh Dyandra Event Solutions yang akan menampilkan ekosistem film, game, streaming dan konten digital, serta Kult Kreo dari Dayakrea Mega Pradana yang mendorong monetisasi kekayaan intelektual di bidang fashion, musik dan pop culture.

Baca juga: Wamenekraf soroti peran perempuan dalam industri kreatif

Baca juga: Kemenekraf kirim empat start up ke Jepang untuk perluas akses pasar

Baca juga: Kemenekraf perluas jangkauan pasar pegiat ekraf bersama Meta

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.