Kemunculan teror ‘pocong’ di sejumlah wilayah Tangerang bikin resah warga. Teror 'pocong' itu dikhawatirkan bukan sekadar prank, melainkan modus untuk melakukan aksi kriminal.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ‘pocong’ itu telah ditangkap warga di Rajeg, Kabupaten Tangerang. Untuk memastikan kabar tersebut, kumparan menelusuri langsung ke lokasi.
Namun di tengah perjalanan, tepatnya di wilayah Sukaharja, kumparan mendapat informasi dari Kapolsek Rajeg AKP Yono Taryono, berdasarkan hasil pengecekan bersama Unit Reskrim, Intel, hingga para kepala desa, tidak ada 'pocong' di daerah tersebut.
“Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim dan Intel dan pengecekan ke beberapa para kades, tidak ditemukan dan tidak ada laporan dari warga terkait teror pocong di wilayah Rajeg," kata Yono.
Informasi serupa juga disampaikan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada. Mereka kemudian mengirimkan tautan video yang menyebutkan bahwa ‘pocong’ yang sempat viral itu justru berada di Cipete, Pinang, Kota Tangerang.
kumparan lalu bergerak ke arah Polsek Pinang pada pukul 09.43 WIB dan tiba sekitar pukul 10.37 WIB. Kapolsek Pinang Iptu Aditya Wijanarko yang ditemui memastikan bahwa isu ‘pocong’ tersebut juga tidak ada di wilayahnya.
Di waktu yang bersamaan, Yono menghubungi Aditya untuk mengonfirmasi video yang beredar. Jawabannya sama: nihil. Polisi mengaku sudah memeriksa sejumlah lokasi dan meminta keterangan warga sekitar.
Pencarian belum berhenti. kumparan kembali berbincang lewat telepon dengan Yono. Dalam percakapan itu, ia menyebut satu wilayah lain yang juga ramai dikaitkan dengan teror ‘pocong’, yakni Desa Kosambi, Mauk.
Kami lalu menghubungi Kapolsek Mauk AKP Nyoman Nariana. Ia membenarkan adanya laporan warga terkait dugaan ‘pocong’ pada Minggu (17/5). Warga khawatir sosok itu merupakan pocong jadi-jadian yang dapat membahayakan masyarakat.
Namun setelah polisi bersama warga melakukan pencarian ke lokasi, hasilnya kembali nihil.
Berbekal informasi yang simpang siur, kami terus bergerak mencari jejak ‘pocong’ tersebut. Tiga warga ditemui kumparan di daerah Pinang, menyebut kabar teror 'pocong' itu sempat muncul di Jalan Haji Rimpang.
kumparan lalu menuju kawasan tersebut. Jalan yang dimaksud ternyata merupakan area kompleks perumahan yang tidak terlalu ramai, tetapi juga tidak sepi. Saat menyusuri kawasan itu, kami bertemu seorang wanita yang menyebut lokasi lain: Gang Asem.
Ia mengaku mengetahui informasi itu dari temannya dan memperlihatkan tangkapan layar story WhatsApp yang menampilkan sosok ‘pocong’. Berbekal petunjuk tersebut, kumparan kembali bergerak.
Di Gang Asem, sejumlah warga yang ditemui, termasuk ibu-ibu hingga warga yang sedang ronda di pos kamling mengaku hanya mengetahui kabar tersebut dari media sosial.
Namun informasi lain disampaikan anak-anak yang berkumpul di tak jauh dari lokasi. Mereka dengan yakin menyebut ‘pocong’ itu berada di kompleks dekat permukiman mereka.
Sesampainya di kompleks tersebut, satpam mengaku tidak mengetahui apa pun soal teror ‘pocong’. kumparan lalu bertemu sekelompok pemuda yang sedang membuat konten.
Mereka memastikan isu itu bukan terjadi di sana, melainkan di wilayah Poris Jaya, Batuceper. Informasi itu, kata mereka, diperoleh dari rekan mereka yang tinggal di kawasan tersebut.
Mereka lalu menunjukkan sejumlah foto dugaan teror ‘pocong’ yang beredar di grup warga. Salah satu foto memperlihatkan sosok ‘pocong’ yang disebut sudah ditangkap warga.
Ketua RT 2 Poris Jaya, Batuceper, Saepul, yang ditemui kumparan di lokasi mengatakan tidak ada 'pocong' yang berkeliaran di wilayahnya. Dia menduga foto dan video yang beredar merupakan editan.
“Jadi kalau menurut informasi yang saya terima sebetulnya itu enggak ada juga. Saya kan hampir tiap malam lah begadang, semalam saya masuk aja sampai pukul setengah 4 (pagi). Ternyata bohong, nggak pernah ada,” kata Saepul.
“Makanya saya juga kaget kalau ada berita di grup nih. Ada gambar pocong lagi berdiri di depan warung. Saya pikir ini berita hoaks atau AI,” tambahnya.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·