Mengawal tumbuh kembang bersama posyandu

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Posyandu bukan sekadar tempat menimbang badan atau imunisasi. Ia adalah fondasi hidup manusia Indonesia, tempat generasi unggul dibentuk sejak hari pertama kehidupan.

Jakarta (ANTARA) - Posyandu ibarat fondasi dalam konstruksi kesehatan nasional. Di setiap unitnya, layanan kesehatan dasar hadir sebagai tiang penyangga. Pemantauan berkala menjadi instrumen deteksi yang fungsional, demi mengawal tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

Setiap tanggal 29 April, kalender nasional mencatat satu agenda besar, yakni peringatan Hari Posyandu Nasional. Momentum ini menjadi pengingat untuk memperkuat peran posyandu sebagai unit pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Posyandu merupakan garda terdepan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya promotif dan preventif.

Posyandu pertama kali diresmikan secara nasional pada 29 April 1985 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan.

Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah posyandu di Indonesia pada tahun 2023 tercatat sebanyak 304.263 yang tersebar di seluruh wilayah.

Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jelsi Natalia Marampa, mengatakan posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Fokusnya adalah memastikan setiap keluarga mendapatkan akses pemantauan gizi dan kesehatan dasar secara berkelanjutan, melalui layanan yang mencakup seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak usia prasekolah, anak usia sekolah, remaja, hingga dewasa dan lanjut usia.

Melalui layanan tersebut, posyandu berkontribusi dalam memastikan pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang, peningkatan kualitas kesehatan, serta pencegahan berbagai risiko masalah kesehatan sejak dini. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran besar para kader yang menjadi motor penggerak di lapangan. Dengan dedikasi tinggi, para kader memastikan setiap balita terpantau pertumbuhannya dan setiap ibu mendapatkan edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

Kemenko PMK terus mendorong sinergi lintas sektor dan penguatan kebijakan, mengingat peran strategis posyandu dalam membangun fondasi sumber daya manusia berkualitas demi pilar Indonesia Emas 2045.

Baca juga: DPR: Perlu penguatan puskesmas & posyandu atasi kesehatan mental anak

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.