Berbagai wilayah di Indonesia kembali menjalankan tradisi pelepasan calon jemaah haji menjelang musim keberangkatan tahun 2026. Di Aceh, adat Peusijuek tetap teguh dipertahankan sebagai manifestasi rasa syukur serta doa keselamatan.
Prosesi adat ini menjadi instrumen penting bagi masyarakat Aceh dalam menyambut berbagai momen besar, termasuk ibadah haji. Seperti dikutip dari Cahaya, kegiatan tersebut baru-baru ini dilaksanakan bagi puluhan calon jemaah haji asal Aceh Besar.
Berdasarkan data dari laman Kemendikbud, Peusijuek merupakan prosesi adat istiadat yang melekat dalam beragam aktivitas sosial masyarakat Aceh. Tradisi ini dilakukan pada momen pernikahan, menempati rumah baru, hingga mengantar warga menunaikan ibadah haji.
Makna mendalam dari Peusijuek adalah ungkapan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diterima. Ritual ini juga mengandung permohonan agar diberikan keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi mereka yang menjalaninya.
Pelaksanaan Peusijuek melibatkan beberapa tahapan simbolis yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual diawali dengan menaburkan beras padi atau breuh padee, diikuti dengan pemercikan air tepung tawar kepada subjek yang dipeusijuek.
Selanjutnya, dilakukan prosesi menyunting nasi ketan atau bu leukat pada bagian telinga sebelah kanan. Sebagai penutup, biasanya dilakukan pemberian uang yang dikenal dengan istilah teumutuek oleh kerabat atau tokoh adat.
Sejumlah perlengkapan khusus wajib tersedia dalam talam, mulai dari beras, nasi ketan putih atau kuning, hingga kue tradisional. Selain itu, terdapat tepung tawar, air putih, daun khusus Peusijuek, serta rerumputan dengan akar yang kuat.
Pelepasan 48 Calon Jemaah Haji Mukim Tungkop
Sebanyak 48 orang calon jemaah haji dari Kemukiman Tungkop menjalani prosesi Peusijuek pada Sabtu (18/4/2026) malam. Acara sakral ini dilangsungkan di Masjid Jamik Baitul Jannah, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar.
Pelaksanaan ritual dipimpin langsung oleh Imum Mukim, Imam Masjid Baitul Jannah, serta jajaran tokoh masyarakat setempat. Dilansir dari Serambinews.com, puluhan warga tersebut bersiap berangkat menuju Baitullah pada musim haji tahun ini.
"Semoga bisa melaksanakan rukun haji dengan sempurna dan menjadi haji yang mabrur," ujar Imum Mukim Tungkop, M Zaini Abdullah.
"Kami mendoakan selalu dalam keadaan sehat, kuat serta selamat sampai ke Tanah Suci," tambah M Zaini.
Selain memberikan doa, warga Mukim Tungkop juga menitipkan salam untuk dibawa ke Madinah. Zaini menyampaikan harapan agar para jemaah mendoakan warga di tanah air saat berada di lokasi-lokasi mustajab.
"Warga menitipkan salam kepada jamaah haji sekalian, untuk menyampaikan salam kami saat berada di makam Rasulullah SAW serta mendoakan kami warga Mukim Tungkop semua mendapat panggilan ke tanah Suci," tutur M Zaini.
Permohonan Doa dari Perwakilan Jemaah
Subki Muhammad Djuned, selaku perwakilan calon jemaah haji, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi Peusijuek tersebut. Ia mengharapkan dukungan moral agar seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat berjalan lancar.
"Alhamdulillah kami tahun ini mendapatkan panggilan ke Tanah Suci. Mohon didoakan kami selalu sehat, semangat, dan kuat dalam melaksanakan ibadah haji," kata Subki.
Subki juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas segala kekhilafan selama berinteraksi di lingkungan masyarakat. Ia berjanji akan menyampaikan amanah salam dari warga Mukim Tungkop.
"Jika ada kesalahan dan kesilapan selama bergaul atau bermasyarakat selama ini, dan insya Allah kami akan menyampaikan salam saat berada di Makam Rasulullah SAW, serta mendoakan warga mukim Tungkop selalu aman, sejahtera, dan mendapatkan panggilan ke Tanah Suci," ujar Subki.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia, Irwandi, 48 jemaah tersebut berasal dari berbagai gampong di Mukim Tungkop. Sebaran jemaah meliputi Gampong Tungkop 16 orang, Tanjung Seulamat 13 orang, Lamtimpeung 4 orang, serta beberapa gampong lainnya dengan jumlah bervariasi.
Rangkaian acara juga diisi dengan tausiah oleh Dr Tgk Mufakhir Muhammad yang memberikan bekal spiritual bagi para tamu Allah. Pelestarian Peusijuek ini menegaskan kuatnya integrasi antara nilai-nilai agama dan kearifan lokal di serambi Mekkah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·