Menhaj apresiasi petugas layani jamaah sehingga lansia bisa beribadah

Sedang Trending 41 menit yang lalu
Saya menemukan petugas-petugas yang luar biasa. Alhamdulillah, dengan semangat jamaah yang diimbangi petugas yang sigap, para sesepuh yang rata-rata berusia 80 tahun ini bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya

Makkah (ANTARA) - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengapresiasi dedikasi para petugas haji yang melayani para jamaah calon haji, khususnya kalangan lanjut usia (lansia), di kawasan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

"Saya menemukan petugas-petugas yang luar biasa. Alhamdulillah, dengan semangat jamaah yang diimbangi petugas yang sigap, para sesepuh yang rata-rata berusia 80 tahun ini bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya," kata Menhaj Irfan Yusuf usai melakukan peninjauan di Terminal Syib Amir, Makkah.

Menhaj menjelaskan peninjauan langsung ke lapangan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh jamaah calon haji mendapatkan pelayanan yang optimal dari para petugas, yang bahkan terus bersiaga melayani sejak pagi hari.

Baca juga: Menhaj: Petugas haji mesti kedepankan semangat melayani

Dalam kesempatan tersebut Menhaj Irfan juga menyempatkan diri untuk menyapa dan berbincang hangat dengan sejumlah jamaah calon haji, salah satunya yang berasal dari Kalimantan. Berdasarkan interaksi tersebut, ia menyebut para jamaah mengapresiasi kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas di lapangan.

Guna menjaga kepuasan jamaah calon haji, Menhaj menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap setiap penyelenggaraan operasional haji.

"Kita akan selalu mengevaluasi. Kelebihan yang ada kita pertahankan dan kita tingkatkan, sementara kekurangan kita tutup dan perbaiki. Hal itu yang harus terus dilakukan," ujar Menhaj Irfan.

Baca juga: Menhaj: Petugas haji wajah negara dan penjaga martabat bangsa

Sementara itu terkait dinamika antrean dan penumpukan bus di sejumlah terminal, Menhaj mengimbau jamaah calon haji tetap tenang. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut murni merupakan imbas dari kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Pemerintah Arab Saudi menjelang puncak ibadah di Arafah.

"Menjelang Arafah ada rekayasa lalu lintas yang dilakukan Pemerintah Saudi, sehingga beberapa bus harus berputar-putar. Kami memaklumi keterlambatan tersebut, namun kami pastikan dan upayakan secara maksimal seluruh jamaah tetap terangkut kembali ke hotelnya masing-masing dengan aman," kata Menhaj Mochamad Irfan Yusuf.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.