Menhub Pastikan Kesiapan Bandara Soekarno&Hatta Layani Jemaah Haji 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (20/4/2026) guna mematikan kesiapan pelayanan angkutan haji. Persiapan ini dilakukan menjelang keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan mulai terbang menuju Arab Saudi pada 22 April 2026.

Dilansir dari Money, sebanyak 221.000 jemaah akan diberangkatkan secara bertahap hingga Mei 2026 mendatang. Terminal 2F secara khusus difungsikan untuk melayani proses keberangkatan agar lebih terintegrasi bagi para jemaah.

"Terminal 2F ini disiapkan secara khusus untuk melayani jemaah haji dan umrah, sehingga seluruh proses dibuat lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan kenyamanan bagi para jemaah," kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.

Pemerintah berupaya memastikan seluruh fasilitas penunjang operasional telah siap sepenuhnya sebelum dimulainya jadwal keberangkatan. Dudy menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan menjadi poin yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan operasional tahun ini.

"Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspek operasional telah siap sebelum pemberangkatan kloter pertama," lanjut Dudy Purwagandhi.

Pemindahan ratusan ribu orang melalui 14 embarkasi dalam 525 kloter dipandang sebagai sebuah operasi nasional besar. Koordinasi lintas sektor diperkuat untuk mengelola logistik dan pergerakan jemaah dalam skala masif tersebut.

"Penyelenggaraan angkutan haji ini bukan operasi biasa. Kita memindahkan lebih dari 221 ribu jemaah dari 14 embarkasi melalui 525 kloter. Karena itu, aspek keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan menjadi prioritas utama," tegas Dudy Purwagandhi.

Dukungan operasional penerbangan tahun ini melibatkan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Kemenhub juga telah melakukan audit keselamatan melalui prosedur ramp check pada puluhan armada pesawat yang akan digunakan.

"Kami memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan terpenuhi, termasuk kelaikudaraan pesawat dan kesiapan operasional maskapai. Koordinasi dengan seluruh stakeholder juga terus diperkuat agar pelayanan kepada jemaah berjalan aman, lancar, dan tepat waktu," jelas Dudy Purwagandhi.

Otoritas perhubungan berharap integrasi layanan ini dapat meminimalkan kendala teknis di lapangan. Hal ini mencakup kesiapan bandara embarkasi hingga koordinasi internasional terkait slot penerbangan.

"Kami berharap penyelenggaraan Angkutan Haji 2026 dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang selamat, aman dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia," tegas Dudy Purwagandhi.

PT Angkasa Pura Indonesia turut menyiapkan 19 bandara untuk melayani total 205.333 jemaah. Dari jumlah tersebut, 14 bandara ditetapkan sebagai embarkasi utama dan lima bandara lainnya sebagai embarkasi antara.

Jenis EmbarkasiNama Bandara
Embarkasi UtamaYogyakarta, Soekarno-Hatta, Juanda, Adi Soemarmo, Kertajati, Sultan Hasanuddin, Hang Nadim, Syamsuddin Noor, Sultan Mahmud Badaruddin II, Kualanamu, SAMS Sepinggan, Zainuddin Abdul Madjid, Sultan Iskandar Muda, Minangkabau
Embarkasi AntaraFatmawati Soekarno, Radin Inten II, Depati Amir, Sultan Thaha, Pattimura

Bandara Internasional Yogyakarta resmi menjadi embarkasi baru tahun ini dengan infrastruktur landasan pacu sepanjang 3.250 meter yang mampu menampung pesawat Airbus A330. Selain itu, fasilitas Mecca Route kini tersedia di empat lokasi, yaitu Makassar, Tangerang, Surabaya, dan Solo.