DI tengah menjamurnya festival musik di Indonesia dengan format yang kian megah dan padat, Sunset di Kebun 2026 justru mengambil arah berbeda. Alih-alih mengandalkan skala besar dan hingar-bingar, festival ini menekankan pengalaman yang lebih intim, santai, dan dekat dengan ruang.
Mengusung konsep konser di ruang terbuka, Sunset di Kebun menawarkan cara menikmati musik yang tidak terburu-buru. Penonton tidak perlu berdesakan di depan panggung, melainkan dapat duduk, bersantai, bahkan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Suasana ini menciptakan pengalaman yang lebih personal, sekaligus membuka ruang bagi audiens dari berbagai latar belakang tidak hanya penikmat musik, tetapi juga keluarga.
Baca juga: Mengapa F4 Masih Digilai Hingga Saat Ini?
Ruang Alternatif bagi Musisi Baru
Tahun ini, konsep tersebut dipertahankan sekaligus dikembangkan. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas ruang bagi musisi pendatang baru melalui program “Explore Musik”. Program ini untuk membuka jalur bagi musisi baru untuk tampil di hadapan audiens yang lebih luas. Melalui mekanisme submission, band maupun solois dapat mengirimkan karya mereka untuk kemudian melalui proses kurasi. Musisi yang terpilih tidak hanya mendapatkan panggung, tetapi juga kesempatan tampil berdampingan dengan nama-nama yang telah lebih dulu dikenal.
General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, menyebut program ini sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi dalam ekosistem musik. “Kami memberi ruang bagi musisi baru untuk melakukan submission. Nantinya akan kami kurasi, dan jika sesuai dengan karakter Sunset di Kebun, mereka bisa tampil,” ujar Abi dalam konferensi pers di Senayan Park, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Mei 2026.
Sejak diperkenalkan pada 2023, ratusan musisi telah mendaftar dalam program ini. Konsep eksplorasi musik sendiri terinspirasi dari aktivitas eksplorasi tanaman di Kebun Raya, sebuah proses menemukan, merawat, dan memperkenalkan sesuatu yang baru yang kemudian diadaptasi ke dalam konteks musik.
Lebih dari Sekadar Konser
Selain pertunjukan musik, Sunset di Kebun juga menghadirkan berbagai aktivitas yang memperkaya pengalaman pengunjung. Seperti workshop tanaman, eksplorasi budaya, hingga area khusus anak. Melanjutkan tradisi tahun sebelumnya, tahun ini mengangkat tema tanaman hoya. Melalui tema ini, pengunjung diajak lebih dekat mengenal tanaman tersebut, baik melalui aktivitas edukatif maupun instalasi yang dihadirkan di area acara.
Berbagai kegiatan seperti workshop merangkai bunga di area Natura serta program “design your experience” juga dihadirkan dengan membawa pesan konservasi sebagai nilai utama acara. termasuk program “Pos Cinta”, yang memungkinkan pengunjung mengirimkan pesan secara langsung kepada orang lain di lokasi acara melalui perantara “tukang pos cinta”.
Program ini dirancang untuk menghadirkan kembali pengalaman berinteraksi secara langsung yang kini mulai tergeser oleh aplikasi dan pesan instan. Alih-alih komunikasi yang serba cepat, Pos Cinta menawarkan cara yang lebih personal, hangat, dan tidak instan.
Sunset di Kebun 2026 akan digelar di empat kota dengan rangkaian acara sepanjang tahun. Salah satunya dan yang terdekat berlangsung di Kebun Raya Bogor pada 9–10 Mei 2026. Sejumlah musisi akan meramaikan panggung, di antaranya Fiersa Besari, Idgitaf, Feast, dan Hindia, bersama penampil lainnya dari berbagai generasi.
Ghaeiza Kay Rasuffi berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Kebebasan Interpretasi Baru dalam Konser Badai Pasti Berlalu
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·