Tangerang Selatan (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong generasi muda untuk memahami tren global dan krisis iklim sebagai kontribusi dalam membangun bangsa.
"Saya mengajak generasi muda untuk benar-benar memahami dinamika dunia saat ini dan ke depan. Banyak tren global yang harus kita antisipasi dan mitigasi bersama, mulai ketegangan geopolitik yang juga menyebabkan konflik, bahkan perang di dunia berdampak pada sektor energi, pangan dan perdagangan antar bangsa," kata AHY di Tangerang Selatan, Banten, Senin.
Ia mengatakan melalui pemahaman sebuah isu global dan krisis iklim, generasi muda bangsa diharapkan dapat mendukung perbaikan kualitas hidup melalui pendidikan yang berkualitas.
"Kita juga tahu bahwa hari ini bumi kita terus mengalami ancaman sekaligus kerentanan yang serius terhadap segala dampak dari perubahan iklim, krisis iklim, maupun pemanasan global," katanya.
Baca juga: Menko AHY: Proyek 'giant sea wall' Pantura masih terus dimatangkan
Baca juga: AHY: Risiko konflik global dorong RI perkuat ketahanan pangan-energi
Dia menambahkan, sebagai bangsa yang ingin bertahan menghadapi tantangan global, harus bisa mengungguli semua lini hingga menjadi bangsa pemenang. Bila saat ini pemerintah ingin mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, lantaran kesejahteraan rakyat harus diletakkan pada prioritas yang pertama dan utama.
"Tapi juga secara bersamaan, kita ingin memastikan bahwa pembangunan tidak menyebabkan kerugian dan kerusakan bumi dan lingkungan kita. Karena dampaknya serius, nyata, hari ini dan lebih buruk lagi untuk anak cucu kita," paparnya.
Menurut AHY, sektor kesehatan juga penting untuk meningkatkan kesejahteraan, serta mengentaskan kemiskinan dan juga ketimpangan sosial. Kendati, masyarakat semakin dibangun kualitas hidupnya melalui pendidikan yang berkualitas.
"Oleh karena itu, memahami ini semua, tidak ada kata lain selain menyiapkan generasi yang unggul. SDM (sumber saya manusia) sangat penting. Kalau SDM kita unggul dan memiliki integritas yang baik, maka itu semua bisa diolah dan digunakan semaksimal mungkin untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya," kata dia.
Baca juga: AHY: Pembangunan konektivitas RI tak bisa hanya andalkan jalan tol
Baca juga: Menko IPK: Pemerintah terus mengawal proyek Giant Sea Wall
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·