Kemenkeu belanjakan Rp578,78 miliar untuk Sekolah Rakyat di Jatim

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur Saiful Islam menyebutkan sebanyak Rp578,78 miliar telah dibelanjakan untuk pembangunan sekolah rakyat di Jawa Timur.

"Kita juga pantau di sini untuk sekolah rakyat, pagunya itu di Jawa Timur adalah sebesar Rp3,4 triliun sudah dibelanjakan sebesar Rp578,78 miliar," katanya di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Saiful menyatakan realisasi belanja Rp578,78 miliar tersebut merupakan 17 persen dari pagu anggaran secara total sebesar Rp3,4 triliun.

Ia menuturkan untuk tahun ini terdapat 18 lokasi di Jatim yang menjadi prioritas pembangunan sekolah rakyat.

Sebanyak 18 lokasi tersebut dibagi menjadi empat paket pekerjaan dengan paket pertama menyasar lima lokasi yaitu Kabupaten Sampang, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Tuban.

Paket kedua menyasar empat lokasi meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Madiun.

Paket ketiga menargetkan empat lokasi yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.

Paket keempat akan mencakup pembangunan sekolah rakyat di lima lokasi yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember.

Saiful menjelaskan pembangunan sekolah rakyat dilakukan dalam rangka menghapuskan kemiskinan ekstrem melalui pemberian pendidikan gratis dengan akses yang mudah sesuai proyek strategis nasional (PSN) bidang pendidikan.

"Belanja yang dilakukan dalam rangka untuk pembangunan program sekolah rakyat ini terdiri dari verifikasi perencanaan, pengadaan, dan konstruksi dari pembangunan sekolah rakyat itu sendiri," ujarnya.

Baca juga: Khofifah yakin Sekolah Rakyat efektif putus mata rantai kemiskinan

Baca juga: Mensos ajak wali asrama SR Jatim berikrar kerja sepenuh hati

Baca juga: Khofifah: 26 Sekolah Rakyat di Jawa Timur telah beroperasi

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.