Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta masyarakat Indonesia agar bijak menyebarkan informasi mengenai kecelakaan antara Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Bekasi Timur.
Dia mengingatkan apabila masyarakat ingin berbagi informasi, maka pastikan ketepatan informasi dan jangan sampai membagikan hal-hal yang tidak tepat.
"Kita mengimbau betul tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini. Apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar," kata Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Selasa.
Baca juga: Psikolog: Pemulihan trauma kecelakaan perlu dilakukan bertahap
Selain mempertimbangkan adanya kemungkinan pihak yang tidak bertanggung jawab menunggangi insiden ini, Meutya juga mengajak masyarakat untuk tidak membagikan informasi kecelakaan yang dapat memicu trauma bagi korban ataupun keluarganya.
Bagi korban dan keluarganya, melihat konten tersebut berpotensi dapat memicu trauma sehingga ada baiknya masyarakat dapat fokus mendukung penanganan insiden ini agar bisa lebih cepat selesai.
"Jadi kita betul-betul mengimbau agar penayangan dari peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta api yang tidak perlu itu tolong tidak disebarkan secara tidak bertanggung jawab karena kita harus menghormati perasaan para korban dan juga keluarga," kata Meutya.
Dia meyakini warganet Indonesia saat ini memiliki kepekaan yang telah baik termasuk di ruang digital sehingga imbauan untuk bijak berbagi informasi ini diharapkan dapat diikuti.
"Kita imbau betul bahwa tidak perlu ada intervensi khusus dari Kemkomdigi. Ini semuanya atas dasar kemanusiaan, untuk tidak melakukan sharing (berbagi) yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira-kira berdampak tidak baik bagi korban maupun keluarganya," Meutya menutup pernyataannya.
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam melibatkan tabrakan antara kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik di Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan pembaruan data pada Selasa (28/4) hingga pukul 13.26 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka.
Baca juga: Pakar ajak warga tunggu investigasi KNKT soal insiden kereta Bekasi
Baca juga: Kemenhub ungkap dugaan kronologi awal insiden kereta di Bekasi Timur
Baca juga: Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan KA menjadi 15 orang
Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·