Kupang (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjadi anggota luar biasa Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan memberikan simpanan pokok sebesar Rp50 juta.
“Koperasi adalah alat bagi mereka yang lemah. Kalau yang lemah berkumpul, menjadi kekuatan. Saya yakin dalam satu tahun koperasi ini akan berubah,” katanya saat meninjau Koperasi Merah Putih Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu.
Saat meninjau Koperasi Merah Putih itu, Menteri Ferry menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan anggota koperasi.
Dalam dialog itu, dia menjelaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional untuk mendorong transformasi masyarakat dari penerima manfaat menjadi pelaku usaha yang mandiri.
Menurutnya, koperasi harus menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan mengutamakan produk lokal.
Baca juga: Kemenkop gandeng CDF Canada perkuat kapasitas SDM Kopdes Merah Putih
“Koperasi harus menjual kebutuhan pokok sekaligus menyerap hasil pertanian, peternakan, perikanan dan UMKM. Produk lokal harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa koperasi ke depan akan didukung dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti gudang penyimpanan, alat pengering hasil panen, tempat penyimpanan dingin (cold storage) untuk hortikultura, layanan kesehatan sederhana, hingga lembaga keuangan mikro.
Menteri Ferry juga menegaskan bahwa koperasi harus bergerak secara terintegrasi dalam sektor produksi, distribusi, industri, hingga pembiayaan, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa koperasi harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi di daerah.
“Kita ini secara politik sudah satu orang satu suara, tetapi dalam ekonomi belum sepenuhnya berjalan sesuai konstitusi. Ekonomi itu usaha bersama, bukan usaha segelintir orang. Keuntungan harus dinikmati bersama,” tegasnya.
Baca juga: Ekonom sebut perlu ada pengawasan berlapis pada Kopdes Merah Putih
Gubernur Melki juga mendorong masyarakat untuk memperkuat ekosistem koperasi melalui transaksi internal dan kolaborasi lintas pihak.
“Selama koperasi ada, kita harus beli dari koperasi. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri. Harus saling topang dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya transformasi koperasi dari sekadar simpan pinjam menjadi pelaku usaha di sektor produksi hingga hilirisasi.
“Jangan berhenti di produksi. Koperasi harus masuk ke distribusi, pemasaran, bahkan industri. Kita harus menguasai seluruh rantai nilai,” tambahnya.
Gubernur Melki Laka Lena juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan program nasional pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari visi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto ini.
Baca juga: Kemenkop: Multifungsi Kopdes untuk jawab kebutuhan riil masyarakat
Menteri Koperasi disebut menghadiri acara Rapat Anggota Tahunan Koperasi TLM di Kupang pada Sabtu (25/4) malam. Pada Minggu (26/4), Menteri Koperasi juga akan menghadiri acara RAT Koperasi Swastisari.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·