Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertolak ke Beijing pada Selasa, 5 Mei 2026, guna melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan pemerintah China. Langkah diplomatik ini diambil di tengah krisis pasokan minyak global paling parah sepanjang sejarah akibat ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kunjungan resmi ini menjadi perjalanan perdana Araghchi ke China sejak eskalasi militer di kawasan tersebut memicu kekhawatiran pasar energi dunia. Dilansir dari Bloombergtechnoz, Kementerian Luar Negeri Iran melalui pernyataan di Telegram mengonfirmasi bahwa Araghchi akan mengadakan pembicaraan mendalam dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Agenda utama dalam pertemuan tersebut mencakup pembahasan mengenai perkembangan regional dan isu-isu internasional terkini. Meskipun durasi kunjungan tidak dirinci, komunikasi antara Teheran dan Beijing telah meningkat pesat dengan frekuensi panggilan telepon setidaknya tiga kali selama periode konflik berlangsung.
Amerika Serikat terus memberikan tekanan kepada China dan negara importir minyak lainnya untuk bekerja sama membuka kembali Selat Hormuz. Jalur maritim krusial tersebut kini terhambat akibat konflik yang telah berjalan selama sembilan minggu, mengganggu arus energi global bagi negara seperti China yang membeli hampir seluruh ekspor minyak Iran.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent secara terbuka mendesak keterlibatan Beijing dalam operasi pengawalan kapal di selat tersebut. Namun, seruan Washington sejauh ini diabaikan oleh pihak Beijing serta sekutu-sekutu Amerika Serikat lainnya.
"Mari kita lihat mereka mengambil langkah diplomatik dan meyakinkan Iran untuk membuka selat tersebut," kata Bessent, Menteri Keuangan AS kepada Fox News.
Pernyataan tersebut menekankan harapan Washington agar Beijing menggunakan pengaruh ekonominya terhadap Teheran. Sebagai importir utama, China berada dalam posisi strategis namun memilih untuk menentang sanksi Amerika Serikat dengan memerintahkan perusahaan kilang minyak mereka agar tidak mematuhi larangan perdagangan dari Gedung Putih.
Kunjungan Araghchi berlangsung hanya sepekan sebelum rencana perjalanan Presiden AS Donald Trump ke China. Trump mengindikasikan rencananya untuk melakukan pertemuan puncak dengan Xi Jinping masih berjalan sesuai jadwal guna membahas berbagai stabilitas global.
Situasi semakin kompleks setelah adanya klaim dari Iran mengenai peran China dalam mengamankan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan bulan lalu. Meskipun klaim tersebut dikonfirmasi oleh Trump, media pemerintah China memberikan bantahan terhadap pernyataan tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·