Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio, Jumat, mengatakan serangan militer terbaru AS terhadap Iran bukanlah bagian dari Operasi Epic Fury, melainkan sebuah tindakan defensif.
"Itu berbeda dan terpisah dari Operasi Epic Fury," kata Marco Rubio kepada wartawan saat menjelaskan respons militer Amerika Serikat terhadap ancaman ke kapal perangnya.
Rubio mengatakan Amerika harus merespons jika ada pesawat nirawak atau rudal yang diarahkan ke kapal perusak militer mereka.
"Kami harus menjatuhkan rudal itu. Kami harus melumpuhkan apa pun yang meluncurkan rudal itu. Alternatifnya adalah membiarkan rudal itu menenggelamkan salah satu kapal kita," katanya.
Baca juga: Menlu AS dan PM Italia bahas Timteng hingga kemitraan jangka panjang
Pada Kamis malam (7/5), Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan mereka telah menyerang fasilitas militer milik Iran karena ada dugaan upaya menyerang kapal perang AS di Selat Hormuz.
Sementara itu, komando militer Iran juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah melanggar gencatan senjata dengan menyerang beberapa wilayah di negara tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Rubio: Pasukan AS di Selat Hormuz tidak akan menembak lebih dulu
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·