Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa pabrik atau fasilitas pembuatan AirTag di Kawasan Industri Tunas Industrial Prima, Nongsa, Batam sudah beroperasi dan merakit AirTag.
Selain di Batam, fasilitas pembuatan komponen untuk perangkat aksesoris Apple di Jawa Barat juga telah beroperasi penuh. Agus bahkan menyebut bahwa saat ini, kedua fasilitas itu telah mengekspor produk yang dirakitnya, ke luar negeri.
"Sudah, sudah jalan. Sudah mulai ekspor, ke Amerika Serikat," kata Agus saat mengunjungi Apple Developer Institute di Jakarta, Rabu (21/4).
AirTag merupakan perangkat pelacak yang dikembangkan oleh Apple, dirilis pada April 2021. Fungsinya untuk membantu pengguna melacak barang-barang pribadi seperti kunci, dompet, tas, dan bahkan hewan peliharaan.
"It’s done, sudah diekspor," tambahnya.
Fasilitas pembuatan AirTag di Batam diperdiksi akan membuka 2.000 lapangan kerja. Fasilitas tersebut merupakan komitmen investasi dari Apple rencana dibangun mulai 2026.
Apple sebelumnya setuju untuk berinvestasi di Indonesia secara tunai atau hard cash senilai USD 160 juta atau sekitar Rp 2,62 triliun (kurs Rp 16.380 per dolar AS). Komitmen ini sedikit lebih tinggi dibandingkan proposal Apple yang sempat ditolak Kemenperin pada 2024, sebesar USD 100 juta. Investasi Apple ini berlangsung dalam periode tiga tahun, yakni pada 2026-2028.
Berdasarkan Permen Perindustrian 29/2017 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen dalam Negeri Produk Telepon Seluler Komputer Genggam, dan Komputer Tablet, ada tiga skema yang dapat digunakan untuk menghitung nilai TKDN. Berikut detailnya:
Skema Manufaktur: Perusahaan harus memproduksi barang di dalam negeri.
Skema Aplikasi: Perusahaan harus membangun aplikasi yang digunakan untuk produk tersebut di dalam negeri.
Skema Pengembangan Inovasi: Perusahaan mendorong inovasi dilakukan dari dalam negeri.
Apple memilih Skema Pengembangan Inovasi untuk memenuhi syarat TKDN di Inonesia. Karena memilih skema itu, Apple tak diwajibkan membangun pabrik iPhone atau komponen penting iPhone lainnya di Indonesia.
Apple berkomitmen mendirikan pusat penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) di Indonesia, serta melibatkan perguruan tinggi di dalam negeri. Agus optimistis modal yang dikucurkan produsen iPhone itu akan memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia hingga USD 72,3 juta.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·