Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) melibatkan PT Bank Syariah Nasional (BSN) dalam pembiayaan 73 ribu rumah subsidi guna memperluas akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Indonesia.
"Tadi kita bahas, sudah rapat, kita ngobrol berdua. Nomor satu untuk target yang 73 ribu (rumah subsidi) saya optimistis. Saya sudah melihat langkah-langkah, SDM-nya dipersiapkan, juga peta jalan, dan nanti juga ada langkah untuk rumah tapak yang tahun lalu, cukup bagus," kata Ara usai rapat bersama Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan, dengan capaian penyaluran rumah subsidi pada tahun sebelumnya yang dilakukan BSN mencapai sekitar 59 ribu unit, maka hal itu menjadi modal penting dalam mempercepat realisasi target rumah subsidi pada tahun ini.
Ara menilai jajaran direksi dan tim BSN bekerja solid serta mampu menyiapkan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan dan pembangunan hunian subsidi di Indonesia.
Baca juga: Menteri PKP: KPR 40 tahun ringankan angsuran masyarakat
Ia menyebut, posisi BSN kini menjadi salah satu bank penyalur pembiayaan perumahan terbesar setelah BTN sehingga diyakini mampu mempercepat program pembangunan rumah subsidi nasional bagi masyarakat.
Selain pembiayaan rumah subsidi, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan juga menyiapkan pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat atau KUR sektor perumahan yang segera dijalankan oleh BSN dalam waktu dekat.
Ara mengatakan, dirinya telah menghubungi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi (kiki). Yang mana lembaga itu mendukung penuh pelaksanaan KUR perumahan, termasuk penyesuaian sistem SLIK guna mempercepat akses pembiayaan masyarakat serta pelaku usaha sektor properti.
Ia menuturkan, program KUR perumahan merupakan kebijakan baru pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung UMKM, pengembang, kontraktor, hingga toko bangunan melalui pembiayaan berbunga rendah bersubsidi pemerintah.
Baca juga: Menteri PKP: Program bedah rumah di Lampung meningkat
Dalam skema tersebut, pelaku usaha sektor perumahan dapat memperoleh pembiayaan hingga Rp20 miliar dengan bunga rendah, sedangkan pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan jaminan tambahan.
"Ibu Kiki (Ketua OJK) sangat mendukung proses untuk KUR perumahan yang akan dijalankan oleh BSN. Ini persiapannya sudah sangat matang. Mudah-mudahan paling lama dua bulan lagi sudah bisa jalan," ujar Ara.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kedua kanan), didampingi Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor (kedua kiri) dalam jumpa pers usai rapat di Kantor Bank BSN Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/HariantoAra menambahkan, pemerintah juga membahas rencana pengembangan kota baru yang mencakup hunian MBR, kawasan menengah, fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, hingga sarana olahraga terpadu bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, Menteri Hukum telah merekomendasikan lahan sekitar empat hingga lima hektare di Kabupaten Tangerang untuk menjadi salah satu lokasi percontohan pengembangan kota baru bersama BSN.
Baca juga: Menteri PKP dorong satu rumah tanam dua pohon dukung penghijauan
Pemerintah bersama Satgas Perumahan dan sejumlah kementerian terkait saat ini terus melakukan survei lokasi strategis guna mendukung pembangunan kota baru serta rumah susun subsidi secara berkelanjutan di berbagai daerah.
Sementara itu, Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor menegaskan, pihaknya siap mendukung penuh program pemerintah dan menjadi pemain utama dalam program KPR subsidi nasional.
"BSN berkomitmen untuk dapat menyalurkan KPR Subsidi skema FLPP sebanyak 73.700 unit di tahun 2026 ini melalui berbagai inovasi layanan digital dan penguatan kolaborasi dengan ekosistem properti," kata Alex.
Ia menuturkan, konsistensi dan komitmen BSN dalam menyalurkan KPR subsidi untuk MBR terus tercermin pada peningkatan kinerja realisasi setiap tahunnya. Sebelumnya di 2025 realisasi KPR subsidi sebesar 59.463 unit, lalu menjadi 73.700 unit di 2026.
Baca juga: Menteri PKP tinjau lokasi calon penerima BSPS di Surabaya
"Ini bentuk komitmen BSN untuk mendukung program 3 juta rumah (yang dicanangkan pemerintah)," tutur Alex.
Lebih lanjut, pencapaian Bank BSN hingga akhir April 2026 menempatkan perseroan pada posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar perumahan KPR Subsidi sebesar 23,4 persen.
Adapun segmen perbankan syariah, BSN menempati posisi pertama dan menguasai pangsa pasar KPR Subsidi Syariah mencapai 84 persen atau setara 16.523 unit.
"Kebetulan ini jadi core bisnis kami," kata Alex.
Baca juga: BSN Catatkan lonjakan laba hingga 300 persen
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·