Bandar Seri Begawan (ANTARA) - Di era yang ditandai oleh pesatnya pergeseran teknologi, ketidakpastian global, dan kebutuhan mendesak akan praktik-praktik berkelanjutan, sistem pendidikan harus terus berevolusi, ungkap menteri pendidikan Brunei pada Selasa (9/6).
Berbicara dalam sebuah simposium internasional tentang pengembangan pendidikan yang digelar di dekat ibu kota Brunei itu, Menteri Pendidikan Brunei Hajah Romaizah Haji Mohd Salleh mengatakan bahwa sistem pendidikan perlu menjadi lebih tangguh, inklusif, dan berorientasi ke depan guna menghadapi berbagai tantangan serta peluang baru.
Sang menteri menuturkan tantangan-tantangan tersebut, baik berupa kesenjangan digital maupun perlunya reformasi pedagogis, terlalu besar untuk dapat diatasi sendiri oleh satu lembaga atau negara.
Ia menekankan pentingnya kerja sama dan pertukaran pengetahuan di antara para pemangku kepentingan, seraya menuturkan bahwa kemajuan yang berarti hanya dapat dicapai melalui upaya kolektif.
Simposium tersebut menampilkan serangkaian pidato utama dan mengeksplorasi berbagai isu seputar transformasi kurikulum, universitas yang siap menghadapi masa depan, inovasi, serta perkembangan lanskap pendidikan guru. Selesai
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·