MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital tak boleh melaporkan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, ke polisi buntut video pernyataannya. Dalam video yang diunggah melalui akun YouTube, Amien menyatakan hubungan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Presiden Prabowo Subianto sudah melampaui batas profesional. Video tersebut kemudian menghilang.
Negara, kata Pigai, tak boleh memenjarakan rakyat, termasuk Amien Rais. "Sebagai Menteri HAM, saya meminta Kementerian Komunikasi dan Digital tidak memiliki posisi untuk melaporkan Amien Rais, karena dia negara," kata dia dalam konferensi pers di kantornya pada Senin, 4 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pigai mengatakan hanya Teddy yang berhak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Pasalnya, ia menilai pernyataan Amien Rais menyerang pribadi. "Saya Menteri Hak Asasi Manusia, sebagai wakil dari pemerintah, saya menyatakan negara tidak boleh memenjarakan rakyat, termasuk Amien Rais. Teddy boleh, karena ini kan serangan kepada individu," ujar Pigai.
Ia meminta agar Amien Rais menyampaikan permintaan maaf kepada Teddy. Menurut dia, pernyataan Amien tak elok dan tak bermartabat.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital atau Menkomdigi Meutya Hafid memastikan kementeriannya akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Ia menyatakan video pernyataan Amien Rais tentang Teddy memuat narasi fitnah serta mengandung ujaran kebencian.
“Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara, tidak memiliki dasar fakta serta bagian upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik,” kata Menteri Meutya Hafid melalui keterangan tertulis, Jumat, 1 Mei 2026.
Sementara itu, Amien Rais menegaskan pernyataannya dalam video itu sebagai bagian dari hak demokrasi warga negara yang dijamin undang-undang. Ia mengklaim mendapatkan informasi dari berbagai kanal media sosial yang mengindikasikan adanya sesuatu yang sangat tidak biasa mengenai sosok Teddy. "Kalau Teddy ini saya melihatnya ada something very unusual," katany di sela Munas Partai Ummat di Yogya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Eks Ketua MPR itu menilai, sesuatu yang tak biasa dari Teddy karena porsi kekuasaan Teddy yang dianggapnya sudah berlebihan hingga mampu mengatur akses tamu dan menteri yang ingin bertemu Presiden. "Saya melihat Teddy ini hanya nggulet (menempel) terus ke Pak Prabowo, sampai-sampai yang menentukan tamu, siapa menteri, mana jenderal yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini," kata dia.
Amien mengungkapkan pernah mendapat keluhan dari seorang meteri koordinator soal kelakuan Teddy. "Menko itu cerita, 'Mas Amien, saya itu kadang-kadang mau ketemu presiden tidak bisa karena kata Teddy tidak ada waktu atau belum ada waktu'," kata Amien menirukan. Padahal, saat itu, Prabowo ada di dalam istana.
Demi menjaga wibawa pemerintahan, Amien menyarankan agar Prabowo merotasi Teddy ke posisi lain. "Teddy ini kan sesungguhnya cuma sekretaris kabinet, tapi seolah-olah paling berwibawa, merasa lebih penting dari sekretaris kabinet. Cukup berikan dia job yang lain, diganti dengan seseorang yang tidak jadi beban, itu saja," kata dia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·