Menteri Keuangan Yakinkan Investor Global Terkait Disiplin Fiskal RI

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi fiskal berbasis teori moneter terukur untuk meyakinkan 18 investor global di Amerika Serikat pada Selasa (14/4/2026). Langkah ini dilakukan guna mengubah persepsi internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga disiplin anggaran sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilansir dari Kompas, Purbaya mengungkapkan bahwa pada awalnya para pemodal meragukan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menyeimbangkan stabilitas dan ekspansi ekonomi. Penjelasan mendalam mengenai kerangka kebijakan menjadi kunci untuk mengikis keraguan para investor tersebut.

“Mereka pertama tadinya tidak yakin bahwa kita bisa menjalankan kebijakan fiskal yang baik dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Tapi saya jelaskan dengan gamblang apa strategi fiskal kita,” kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Purbaya menekankan bahwa pendekatan yang diambil pemerintah saat ini mengacu pada landasan teori ekonomi dan moneter yang sangat spesifik. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kecepatan pertumbuhan yang sebelumnya dinilai lamban akibat pengelolaan yang kurang optimal.

“Saya jelaskan juga dengan teori yang lebih agak detail sedikit, memasuki teori ekonomi dan teori moneter. Yang jelas yang saya tunjukkan adalah kenapa sebelumnya Indonesia lambat. Sekarang dengan teori moneter yang saya terapkan, harusnya kita bisa lebih cepat,” ucap Purbaya, Menteri Keuangan.

Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut juga membandingkan kondisi likuiditas Indonesia dengan krisis perbankan di Amerika Serikat pada 2023. Ia menyoroti pentingnya pertumbuhan base money yang positif sebagai motor penggerak kredit perbankan.

“Saya contohkan kasus di Amerika ketika terjadi krisis SVB di bulan Maret 2023. Pada waktu itu, uang mengalami kontraksi, base money minus 15,3%. Kita kemarin sempat nol, bahkan negatif, sekarang tumbuhnya double digit,” katanya Purbaya, Menteri Keuangan.

Selain pemaparan data, pertemuan tersebut menjadi ajang bagi para investor untuk menguji penguasaan materi dan kapasitas eksekusi kebijakan dari pimpinan kementerian keuangan secara langsung.

“Mereka ingin lihat betul secara langsung apakah menterinya betul-betul menguasai masalah dan apakah saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka,” tutur Purbaya, Menteri Keuangan.

Hasil dari diskusi intensif tersebut menunjukkan adanya pergeseran sentimen yang positif dari para pemilik modal terhadap prospek investasi di tanah air.

“Sepertinya mereka happy dengan diskusi di situ. Dan sekarang keragu-raguan untuk investasi di Indonesia berkurang secara signifikan,” kata Purbaya, Menteri Keuangan.

Minat investasi bahkan mulai mengarah pada hal teknis, terutama terkait rencana pemerintah dalam menerbitkan surat utang negara kepada para investor fixed income.

“Investor fixed income bertanya, ‘Kamu mau issue berapa kira-kira?’ Artinya mereka melihat peluang uang mereka bisa ditaruh di sini,” ungkap Purbaya, Menteri Keuangan.

Perubahan pandangan ini didasari oleh penilaian investor bahwa kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.

“Mereka melihat kebijakannya betul-betul sound, bukan mengarang-ngarang saja, dan menterinya bisa menjelaskan dengan baik,” katanya Purbaya, Menteri Keuangan.

Purbaya juga menambahkan adanya tanggapan dari pelaku pasar mengenai penilaian negatif yang sempat dikeluarkan oleh sejumlah lembaga pemeringkat internasional terhadap Indonesia.

“Ada beberapa yang komentar bahwa penurunan outlook itu memang terlalu cepat. Jadi bukan kata saya, kata mereka juga,” sebut Purbaya, Menteri Keuangan.