Menteri Lingkungan Hidup Dorong Modernisasi Pengelolaan Sampah Pekanbaru

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan percepatan modernisasi tata kelola sampah saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) II Muara Fajar, Pekanbaru, Sabtu (25/4). Langkah ini bertujuan menghentikan praktik pembuangan terbuka sesuai mandat regulasi nasional.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan guna memastikan penataan kawasan TPA yang sebelumnya berisiko akibat penumpukan tinggi, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pemerintah pusat kini mendorong pemanfaatan teknologi methane capture untuk menekan emisi berbahaya sekaligus memproduksi energi alternatif di lokasi tersebut.

"Saya mengapresiasi langkah cepat Pemko Pekanbaru dalam melakukan penataan awal. Perubahan sudah mulai terlihat. Kami berharap proses ini dapat segera diselesaikan, termasuk rencana pembukaan area baru untuk pengelolaan sampah," ujar Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup.

Pemerintah pusat memberikan jaminan bantuan teknis bagi otoritas setempat agar penerapan teknologi baru memenuhi standar lingkungan yang ditetapkan. Dukungan ini juga mencakup percepatan pembukaan sel baru di TPA Muara Fajar yang saat ini sedang menunggu penyelesaian dokumen lingkungan.

"Kami berkomitmen memfasilitasi kebutuhan teknis yang diperlukan oleh Pemko Pekanbaru," kata Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup.

Hanif menekankan bahwa keberhasilan sistem hilir sangat bergantung pada kedisiplinan pemilahan sampah oleh masyarakat di tingkat hulu sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Ia meminta fasilitas waste station yang telah dibangun di Pekanbaru segera dioptimalkan kapasitasnya.

"Tanpa pemilahan, penyelesaian persoalan sampah akan sulit dicapai. Ini menjadi fondasi utama," tegas Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup.

Pemerintah pusat saat ini sedang mengoordinasikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan Pekanbaru Raya melalui Kementerian Investasi. Proyek lintas wilayah ini direncanakan mampu mengolah hingga 2.000 ton sampah setiap harinya.

"Sampah berkualitas hanya dalam bentuk sampah terpilah. Saya melihat potensi ini telah terbangun di Kota Pekanbaru," ujar Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan kesiapan pemerintah kota dalam memperluas kolaborasi, termasuk dengan pihak PLN untuk distribusi energi hasil olahan sampah. Upaya ini juga diintegrasikan dengan program Green Policing bersama Kepolisian Daerah Riau guna memastikan pengawasan dampak lingkungan.

"Termasuk dukungan dari program Green Policing yang digagas Bapak Kapolda Riau, berjalan melalui kolaborasi lintas sektor. Termasuk sinergi antara TNI-Polri, Kejaksaan, masyarakat dan pihak swasta menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong perubahan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi," tambah Agung Nugroho, Wali Kota Pekanbaru.