Menteri Pertahanan Israel Siapkan Serangan Militer ke Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan kesiapan angkatan bersenjata untuk melancarkan operasi ofensif terhadap Iran guna menghancurkan infrastruktur nasional dan fasilitas energi, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (24/4/2026).

Kesiapan militer tersebut mencakup aspek pertahanan dan serangan dengan target yang telah ditentukan secara spesifik. Penegasan ini muncul di tengah ketidakpastian perundingan regional yang melibatkan Pakistan sebagai pihak penengah konflik.

"Militer Israel telah siap, baik secara defensif maupun offensif, dan target-target telah ditandai," ujar Katz, Menteri Pertahanan Israel.

Pemerintah Israel menyatakan bahwa operasional militer skala besar tersebut saat ini hanya tinggal menunggu persetujuan dari otoritas Amerika Serikat. Langkah ini dipandang sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan kekuatan ekonomi Teheran.

"Kami sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat - pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei dan selain itu untuk mengembalikan Iran ke Zaman Kegelapan dan Zaman Batu dengan menghancurkan fasilitas energi dan listrik utama serta membongkar infrastruktur ekonomi nasionalnya," jelas Katz, Menteri Pertahanan Israel.

Katz juga memberikan peringatan keras bahwa eskalasi serangan di masa mendatang akan memiliki dampak yang jauh lebih merusak dibandingkan operasi-operasi sebelumnya.

"Itu akan berbeda dan mematikan," imbuh Katz, Menteri Pertahanan Israel.

Di sisi lain, dinamika diplomasi menunjukkan ketegangan setelah Presiden Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Rabu (22/4). Meski demikian, AS tetap memberlakukan blokade pada pelabuhan-pelabuhan di Iran.

"I telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pihak Iran melalui penasihat parlemen memberikan respons terhadap langkah sepihak yang diambil oleh Washington. Teheran menilai kebijakan perpanjangan gencatan senjata tersebut tidak memiliki urgensi bagi posisi mereka saat ini.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," kata Mohammadi, Penasihat Ketua Parlemen Iran.

Mahdi Mohammadi juga menekankan bahwa langkah AS tersebut merupakan strategi untuk menghimpun kekuatan sebelum meluncurkan serangan dadakan ke wilayah kedaulatan Iran.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," katanya Mohammadi, Penasihat Ketua Parlemen Iran.