Makassar (ANTARA) - Komunitas pemuda di Makassar menghadirkan inovasi teknologi berupa aplikasi yang dapat membalas pesan (chat) secara otomatis untuk mendukung peningkatan penjualan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
"Aplikasi berbasis AI ini untuk mengatasi kendala komunikasi dengan pelanggan yang kian meningkat di era digital," kata Business Consultant Bisachat AI, Nurhaliza A. Arief di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan lonjakan penggunaan WhatsApp sebagai kanal utama bisnis memunculkan tantangan baru, terutama terkait penumpukan pesan dan lambatnya respons yang dapat menghambat penjualan.
Kondisi ini dinilai berpotensi menyebabkan hilangnya peluang penjualan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Melihat fenomena tersebut, kelompoknya sejak Juni 2025 mengembangkan platform berbasis kecerdasan buatan bernama "Bisachat AI".
Aplikasi ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola percakapan pelanggan secara lebih efisien melalui fitur balas chat otomatis.
Nurhaliza mengungkapkan bahwa banyak bisnis memiliki permintaan pasar yang tinggi, namun belum mampu mengelola komunikasi pelanggan secara optimal.
“Banyak chat yang tidak terbalas atau terlambat direspons, padahal itu berpotensi menjadi transaksi. Di situlah masalah utamanya,” ujarnya.
Menurut dia, penggunaan WhatsApp kini tidak lagi menjadi sarana komunikasi tambahan, melainkan juga bagian penting dalam proses pemasaran hingga transaksi.
Namun, peningkatan jumlah pesan sering kali tidak diimbangi dengan kapasitas sumber daya manusia. Sebagai solusi, Bisachat AI menghadirkan sistem yang mampu merespons pesan pelanggan secara otomatis dan cepat, bahkan di luar jam operasional.
Baca juga: Fitur "Personal Intelligence" ke aplikasi Gemini di Indonesia
Baca juga: Modus penipuan berkedok CS Shopee marak di fitur chat aplikasi
Baca juga: Lima Aplikasi Investasi Terbaik Terdaftar OJK di 2026
Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·