Menteri PKP sebut rumah subsidi mayoritas dimanfaatkan oleh buruh

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan bahwa buruh adalah kelompok profesi terbanyak yang memanfaatkan alokasi rumah tapak bersubsidi pada tahun lalu.

Ia menuturkan, menurut data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), pemerintah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi 278.868 unit rumah sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, porsi pemanfaatan oleh buruh mencapai 66 ribu unit.

“Ini juga membuktikan bahwa teman-teman buruh itu melihat bahwa rumah itu juga sebagai hal yang penting, yang utama, selain sandang dan pangan,” kata Maruarar Sirait, atau yang biasa disapa Ara, di Jakarta, Kamis.

Ia pun mengapresiasi langkah masyarakat yang mulai menyadari perlunya mempersiapkan rumah tinggal sejak jauh-jauh hari.

Baca juga: Pengembang tawarkan rumah tapak baru di selatan Jakarta

Ia berharap penyaluran FLPP maupun produk pembiayaan rumah subsidi lainnya pada tahun ini dapat meningkat.

“Sebenarnya BP Tapera sudah menjalankan itu (penyaluran rumah subsidi) dengan baik, tapi tahun ini harus membaik lagi,” ujar Ara.

Untuk tahun ini, ia mengatakan salah satu wilayah pengembangan perumahan yang dipersiapkan bagi para buruh adalah di kawasan Meikarta, Lippo Cikarang, Jawa Barat.

Ia menyatakan bahwa saat ini sudah mulai dibangun rumah susun subsidi di area tersebut dan menargetkan untuk dapat mulai dilakukan akad pembelian pada akhir tahun ini.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.