Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengunjungi kediaman Nuryati (62), salah satu korban tewas dalam kecelakaan tragis antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Detikcom, kunjungan tersebut bertujuan untuk menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga almarhumah di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Karena almarhumah yang menjadi korban ini adalah salah satu pengurus muslimat NU. Jadi kami atas nama keluarga besar pimpinan pusat muslimat NU mengucapkan dukacita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi," kata Arifah, Menteri PPPA.
Arifah mendoakan agar amal ibadah korban diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Ia menekankan bahwa musibah tersebut merupakan peristiwa yang tidak diinginkan oleh pihak manapun.
"Mudah-mudahan almarhumah diterima amal baiknya dan ditempatkan di tempat yang terbaik," ujar Arifah, Menteri PPPA.
Dalam tinjauannya, Arifah memberikan sejumlah rekomendasi strategis terkait keselamatan transportasi publik bagi perempuan. Ia mengusulkan penempatan gerbong khusus wanita di posisi tengah rangkaian kereta guna meminimalisir dampak benturan jika terjadi kecelakaan di masa mendatang.
"Kemudian yang kedua adalah, pemulihan ini bukan secara fisik, tetapi secara psikologis, karena ini kan ada trauma dan lain sebagainya," ujar Arifah, Menteri PPPA.
Selain masalah infrastruktur, perhatian khusus diarahkan pada pemenuhan hak-hak pekerja yang menjadi korban. Arifah mendorong pihak perusahaan untuk kooperatif dalam memberikan kelonggaran waktu bagi karyawan yang terdampak musibah ini.
"Kemudian yang ketiga adalah, kami mengupayakan bagi mereka yang sebagai pekerja, mohon dari perusahaannya untuk memberikan keringanan, memberikan perhatian khusus, sampai betul-betul sembuh dan kembali kerja, tanpa ada potongan apapun, haknya bisa terpenuhi. Ini yang sedang kami upayakan," ujar Arifah, Menteri PPPA.
Data terbaru menunjukkan skala dampak kecelakaan ini cukup masif dengan jumlah korban yang terus bertambah. Pihak otoritas perkeretaapian terus melakukan pemutakhiran data dari lokasi kejadian.
"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata Anne Purba, VP Corporate Communication KAI.
Kecelakaan ini melibatkan tabrakan hebat yang menyebabkan unit KRL ringsek parah dan kondisi stasiun menjadi mencekam. Saksi mata melalui rekaman video memperlihatkan kepanikan penumpang di dalam gerbong yang gelap gulita saat mencoba menyelamatkan diri dari rangkaian kereta yang rusak.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·