Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) agar dapat segera digunakan pada tahun ajaran baru 2026. Proyek ini bertujuan memperkuat akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda di seluruh wilayah Indonesia pada Senin (20/4/2026).
Dody menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar mutu dan keselamatan kerja dalam setiap tahap konstruksi. Dilansir dari Detik Finance, pemerintah menargetkan seluruh fasilitas pendidikan tersebut memenuhi spesifikasi teknis terbaik untuk mendukung proses belajar mengajar yang optimal.
"Saya ingin setiap pembangunan Sekolah Rakyat ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan keselamatan kerja. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa," ujar Dody dalam keterangan Brantas Abipraya, Senin (20/4/2026).
PT Brantas Abipraya (Persero) selaku kontraktor pelaksana merespons arahan tersebut dengan melakukan langkah perbaikan manajemen dan pengawasan teknis. Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana menyatakan pihaknya tengah mengoptimalkan manajemen proyek di seluruh lokasi pembangunan.
Dian menjelaskan bahwa intensitas pengerjaan di lapangan telah ditingkatkan, termasuk penerapan sistem kerja siang dan malam. Pihak manajemen melaporkan bahwa di beberapa titik lokasi, jumlah tenaga kerja dapat mencapai 500 orang guna mengejar tenggat waktu kontrak yang telah disepakati.
"Di balik setiap progres yang terlihat, ada kerja keras teman-teman di lapangan yang luar biasa. Mereka bekerja tanpa mengenal waktu, dalam berbagai kondisi, dengan semangat dan komitmen tinggi untuk menyelesaikan proyek ini. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang dedikasi, kebersamaan, dan tanggung jawab kepada masyarakat," ujar Dian.
Langkah akselerasi ini disebut sebagai perwujudan dukungan terhadap agenda nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang merata dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Semangat teman-teman di lapangan adalah representasi nyata dari Asta Cita, bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang menghadirkan harapan, membuka akses pendidikan, dan membangun masa depan generasi bangsa," imbuh Dian.
Desain SR dirancang dengan konsep asrama terpadu yang menyediakan fasilitas lengkap mulai dari tingkat SD hingga SMA. Infrastruktur pendukung lainnya mencakup rumah susun guru, asrama siswa, tempat ibadah, gedung serbaguna, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan basket dan sepak bola.
"Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaian proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja," jelas Dian.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·