Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI sekaligus Utusan Tetap Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk Urusan Timur Tengah Jazuli Juwaini mendorong aksi nyata forum parlemen dunia itu menghentikan agresi militer dan mencegah perang regional di Timur Tengah.
Jazuli, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Senin, menekankan bahwa IPU tidak boleh hanya berhenti pada pernyataan atau kecaman, tetapi harus memimpin aksi global yang terkoordinasi.
Menurut dia, IPU perlu mendorong semua pihak, termasuk Israel, Amerika Serikat, dan Iran, untuk kembali ke meja perundingan serta memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional tanpa standar ganda.
"Ini bukan sekadar konflik geopolitik, tetapi tragedi kemanusiaan. Dunia tidak boleh terus membiarkan penderitaan ini," ucap Jazuli.
Menurut Jazuli, konflik di Timur Tengah bukan lagi bersifat lokal, melainkan telah berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan banyak negara dan aktor global.
Menurut ia, agresi Israel terhadap Palestina merupakan akar persoalan. Selama penjajahan dan kekerasan terhadap Palestina belum dihentikan, stabilitas kawasan tidak akan pernah benar-benar tercapai.
"Kemerdekaan Palestina adalah kunci untuk memutus rantai konflik tersebut," tambahnya.
Baca juga: BKSAP sampaikan sikap atas Israel di forum parlemen internasional
Jazuli turut menyoroti eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang kian memperburuk situasi. Konflik itu telah meluas ke berbagai negara di kawasan, termasuk negara-negara Teluk yang terdampak serangan maupun ketegangan militer.
"Dampaknya tidak hanya berupa ancaman keamanan, tetapi juga merembet pada krisis ekonomi, energi, dan stabilitas sosial di kawasan. Jalur perdagangan strategis terganggu, ketegangan geopolitik meningkat, dan risiko perang terbuka semakin nyata," katanya.
Kondisi ini menunjukkan konflik Timur Tengah telah melampaui batas-batas teritorial dan menjadi ancaman global.
Ia menekankan pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah, justru memperbesar skala penderitaan manusia.
"Puluhan ribu korban jiwa, luka-luka, pengungsi, serta kehancuran infrastruktur di berbagai wilayah menjadi bukti nyata bahwa krisis ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan," katanya.
Jazuli menegaskan bahwa sikap Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi, tanggung jawab kemanusiaan, sekaligus bagian dari sejarah bangsa.
Indonesia, katanya menekankan, akan terus berada di garis depan dalam mendorong perdamaian melalui berbagai jalur diplomasi internasional.
"Sudah saatnya menghentikan agresi, menghentikan perang, dan mengedepankan keadilan serta kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan negara-negara terdampak konflik," ujar Jazuli.
Adapun Jazuli turut menghadiri Sidang Umum Ke-152 IPU berlangsung di Istanbul, Turki, pada 15–19 April 2026.
Baca juga: Anggota DPR: Tindakan Israel larang shalat di Al Aqsa langgar HAM
Baca juga: Jazuli Juwaini: Serangan AS ke Venezuela cederai hukum internasional
Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·